Sudah setahun lebih saya mulai ngoyo jualan online. Entah apa sebabnya, mungkin karena setiap tahunnya bertambah anak yang membuat saya semakin sibuk mengurus mereka hingga tidak ada waktu untuk bisa fokus berjualan online.
Loh, harusnya kebutuhan semakin meningkat semakin rajin pula untuk menggelutinya. Karena memang saya sadar peluang bisnis online di jaman sekarang cukup besar asal kuncinya bisa konsisten.
Tapi nyatanya teori memang tidak semudah prakteknya. Hingga hari ini, dan kemarin, juga kemarinnya lagi, belum dapat closing.
Apa benar semua itu ada masanya?
Dari yang awal merintis, kemudian naik, semakin naik sampai puncak, beralih datar kemudian stuck disini.
Padahal dari awal merintis saya sudah kenyang melahap semua senang- sedih nya. Dari yang banjir orderan, ketipu jutaan sama supplier jastip elektronik yang sempat viral beberapa tahun yang lalu, sepi masal saat covid, tapi buktinya sampai sekarang masih jalan. 😌
Tahun 2015
Saya masih ingat betul, itu adalah awal tahun saya mencoba berjualan online lewat hape blackberry. Dimulai dari open jastip atau jasa titip. Saya bergabung di grup jual beli facebook, mencoba untuk open jastip makanan. Saya menjual brownies kukus yang sudah terkenal dan memiliki branding.
Awalnya, open jastip untuk sekitaran kota tempat tinggal dengan sistem delivery, saya mampu mengantarkannya sampai rumah pembeli.
Tak disangka ternyata peminatnya sangat banyak. Setiap hari ada saja yang order. Tak mau melewatkan peluang ini akhirnya saya beranikan diri kirim paket melalui ekspedisi yakni JNE untuk pengantaran luar kota.
Bissmillah
Yups JNE adalah ekspedisi yang lebih saya percaya untuk pengiriman perdana saya. Meski deg-degan dan agak bimbang, karena saat itu tidak ada ekspedisi khusus makanan. Saya packing seaman mungkin. Termasuk mengharuskan pembeli dengan memilih layanan JNE YES yang 1 hari sampai. Saat itu hanya JNE yang memiliki layanan satu hari sampai dan lebih cepat dari semua ekspedisi yang ada dan alhamdulillah paket sampai dengan aman. Bahkan tidak satu atau dua kali, saya sampai memiliki pelanggan di luar jawa.
Malam itu saat melihat pesawat terbang, saya bergumam dalam hati. "Malam ini pasti paketku sedang diperjalanan pesawat agar besok sampai ke padang, semoga baik baik saja"
Dari situ keahlian dan minat saya berjualan online termasuk menjadi marketer mulai membara.
Kemudahan pemasaran di dunia digital saat ini bisa menjangkau khalayak umum lebih luas lagi ditambah ekspedisi yang mendukung adalah satu bundling yang amat penting dalam bisnis online.
Tahun semakin berlalu. Saya mencoba melangkah perlahan dari marketer menjadi reseller. Dari yang hanya aktif beriklan di grup media sosial seperti FB, Wa, kini mulai merambat ke marketplace. Dari jastip, dropship, marketer, reseller, sudah saya tapaki perlahan. Bahkan memiliki beberapa tim marketer. Alhamdulillah, setiap hari ada saja yang order, entah dari saya langsung atau dari marketer saya.
Tapi ada satu pertanyaan yang sampai saat ini kadang menjadi lamunan. Kapan ya, saya bisa sampai menjadi agen atau distributor?
Ah perkara modal dari dulu. Tapi apakah benar karena kepentok di modal? Atau karena memang saya yang kurang kuat mentalnya dalam menghadapi macam-macam konsumen, atau sayanya yang kurang konsisten menekuni di bidang niaga karena disambi mengurus anak dan rumah sebagai IRT?
Sekarang mungkin sudah berbulan-bulan jarang posting iklan di medsos, jarang update di marketplace, membiarkan mengalir begitu saja, kadang ada orderan tapi lebih seringnya sudah iklan tidak dapat closingan.
Senin 20 Mei 2024
Tiba-tiba ada notif dari toko oren bahwa ada pemesanan yang harus dikirimkan. Alhamdulililah, karena jumlahnya lumayan besar. Saya segera bergegas mempacking paket untuk diantarkan ke counter dan yang dipilih konsumen adalah ekspedisi JNE.
Baik, kembali menuju JNE. Diperjalanan saat mengantarkan paket ke konter JNE, saya mengingat kembali ekspedisi ini. Dimana saat itu saya memiliki kenangan bersama JNE, di masa sedang semangatnya memulai jualan online, dan JNE memudahkan perjalanan itu.
Tak lama saya sampai dan kemudian segera menyerahkan paketnya ke petugas konter. Tiba-tiba saya teringat lagi tentang cerita inspiratif dibalik suksesnya JNE, yang dulu membuat saya semangat ingin menjadi enterpreneur.
***
Pendiri JNE dikenal sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan perusahaan. Saat Indonesia mengalami krisis moneter tahun 1998 yang membuat lemahnya perekonomian nasional saat itu. Banyak perusahaan lain melakukan PHK besar-besaran di Indonesia. Tapi justru Soeprapto membagikan beras kepada karyawannya lantaran khawatir karyawannya terdampak.
Selain itu, Soeprapto juga memerintahkan kepada jajaran manajemen untuk mengajak orang-orang yang kena PHK untuk membuka gerai atau menjadi agen JNE.
Langkah itu berdasarkan niat untuk membantu sesama agar tidak kehilangan pendapatan bagi masyarakat yang kena PHK.
Selain bapak Soeprapto, dialah Bapak Johari Zein, yang sempat menjabat sebagai direktur utama perusahan JNE. Merupakan salah satu sosok kunci yang paling penting di perusahan ekspedisi JNE. Ia seorang mualaf yang sempat viral kala itu karena keinginannya membangun 99 masjid lewat yayasan yang ia miliki.
Begitu mendengar cerita beliau sering terbesit keinginan sukses berjualan onlen seperti suksesnya JNE, agar bisa membangun masjid dan memperbaiki lagi tujuan hidup bukan hanya tentang materi. Saya ingin sukses dan bermanfaat untuk banyak orang. Berkarya, berkembang, dan berkah.
Allahumma barakallah, bagi saya mereka adalah contoh orang-orang inspiratif yang bisa menginspirasi saya sehingga bisa betah bisnis di dunia digital sampai saat ini.
Sejak saat itu JNE menginspirasi saya untuk terus berkembang meskipun hanya di dalam rumah saja. Saya yakin bisa melakukan lebih, buktinya sampai sekarang saya masih berjualan online. Meskipun kadang lelah, istirahat sejenak, maju lagi, yang paling penting jika ingin sampai pada tujuan, saya harus ingat kembali niat dan tujuan ingin berada disitu.
Mengingat-mengingat kembali apa yang sudah saya dapatkan selama memulai bisnis online shop. Belajar marketing, membangun branding, berinteraksi dengan konsumen yang berbeda-beda karakternya, membantu tim karakter yang ingin punya penghasilan juga dari rumah, paling penting bisa berinfaq untuk keluarga sendiri.
Saya jadi ingat dulu, saya memiliki mimpi jika ikhtiar ini sukses membawa saya sampai agen distributor, saya ingin membuat menjadikan single mother sebagai karyawan saya semua plus boleh bawa anak ndan disediakan mees jika jauh. Karena saya juga pernah menjadi single parent, jadi tahu betul sulitnya perjuangan mencari nafkah, sambil momong anak.
Terimkasih JNE sudah menjadi partner perintis usaha saya, dan membuat saya mengingat kembali tujuan juga semangat untuk melakukan lebih lagi.
Alhamdulillah ala kulihal, rezeki memang tidak akan salah alamat. Jika dari jualan offline mulai sepi. Allah melapangkan nya di jalan lain, seperti jualan online yang masih saya geluti.
Apapun itu fasenya, tetaplah konsisten dan semangat. Ingat kembali tujuanmu, istirahat boleh, tapi jangan berhenti dan balik arah.
"Dan sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk sesamanya"












Tidak ada komentar:
Posting Komentar