Kamis, 14 April 2022

Seharian Tanpa Diapers

Tiba-tiba aku terbangun saat masih mengasihi anakku yang bayi, ya baru saja aku ketiduran. Saat terbangun, Yahya sedang bermain tongkat Stainles panjang sambil berusaha mencolok colok adiknya yang sedang menyusu. Sontak aku kaget dan reflek berteriak. Ku kira dia sedang anteng menonton YouTube kids yang ku berikan untuk mengalihkannya saat aku menyusui adiknya.

Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa, namun berhasil membuat keduanya menangis. Kakak toodller (22 bulan) yang sedang di fase tantrum, menangis meminta ASI. Sedang adiknya di fase grow sprut, lebih rewel, lebih lama ingin disusui dan selalu ingin digendong. Mereka berdua nangis berbarengan, membuat telingaku seakan pengang. Sejenak aku melamun untuk sekedar menenangkan diri, siapa yang harus kususi dulu? 

Ku tatap dasterku yang pinggirnya sudah robek sampai pinggang karena gerakan ku yang harus serba cepat, serba siaga. Ku lihat dibeberapa bagian bawahnya sudah terkena pipis bayi, ku buntel ikat kesamping, agar saat menyusui bayi tidak kedinginan, yang tersisa hanya celana pendek yang kering.

Baiklah aku akan mengasihi yang bayi dulu, dan memberikan smartphone ke anakku yang toodller untuk menonton video mobil-mobilan kesukaannya. 


Nak, maafkan mamah ...

Mamah tau jika salah memberikan kamu screen time terlalu sering, tapi bagaimana agar mamah tenang menyusui adikmu, agar adikmu cepat tertidur tanpa terus bangun lagi, bangun lagi, karena teriakan tangisan kakaknya. Untuk berlatih menyapihpun tidak mudah, untuk saat ini. Mamah hawatir jautuhnya menyapih dalam paksaan sedang kamu menyaksikan juga mamah menyusui adikmu, mamah takut kamu akan berpikir mamah lebih memihak adik, mamah takut kamu berpikir dipaksa mengala demi adik. 


Sudah jam 10 pagi,

Hampir semua bagian kasur sudah basah oleh pipis mereka. Kasur besar sedang di jemur, dan kini giliran kasur ruang tengah yang dijemur. Mumpung di luar matahari cerah, meskipun harus susah payah mengangkat kasur ke depan tapi aku berusaha agar anak-anak nyaman tidur.

Aku merebahkan playmat alas main plastik, kemudian selimut badcover mini di atasnya, juga perlak yang baru saja kering akibat di PUPin si bayi tadi pagi. Menaruh bayi diatasnya, setidaknya bassam sudah kenyang disusui. Hari ini aku harus menjemur, mumpung siang jangan sampai kesorean karena semua salin celana sudah habis. Namun masih saja ditangisi saat menjemur, itupun sudah gerak cepat. Aku menjemur di teras depan, sesekali mataku melirik ke ruang tengah. Ku lihat anakku yang toodller sedang mengelap lantai menggunakan handuk bersih yang baru saja aku angkat dari jemuran. Ya, ia sedang mengelap lantai yang terkena pipisnya.


Aku menghela nafas panjang, oh suamiku cepatlah pulang...


Sudah 2 hari anak-anakku tidak memakai diapers. Clodi yang dipunyapun sudah habis semua dan baru sempat dicuci. Uang kebutuhan kami cepat menipis, karena meningkatnya pengeluaran saat sebelum melahirkan dan setelah melahirkan. Uang yang dipinjam seseorang pun belum dibalikan. Kadang marah jika ditagih "nanti juga dibayar kalo ada" ucapnya. Tapi aku sedang butuh. Aku tidak ingin jika sampai jadi pertengkaran, yang bisa memutus silahturahmi. Lebih baik relakan saja uang yang dipinjam yang tidak dibalikan. 

Kulihat anakku yang bayi sudah tidur sendiri setalah sebelumnya masih merengengek rengek. Biasanya sambil bekerja aku menggendong anak yang bayi, qodarullah gendongannya juga belum kering dan baru dijemur.

Setelah menjemur lanjut ku susui kakaknya dan segera mematikan hapeku. Dan akhirnya kedua nya tidur. 

Ingin rasanya ku ikut tidur, tapi dengan daster lembab, bau Pesing, badan lengket karena belum mandi. Sebaiknya aku gunakan keslatan ini untuk mandi.

Setelah mandi aku tidak langsung ikut tidur siang. Aku harus updet jualan online lagi. Mengecek chat-chat yang masuk dan berharap ada yang membeli. Dari kemarin banyak sekali chat yang masuk, ada yang hanya nanya-nanya, ada juga yang order namun sayang barangnya di pusat cepat habis. Penjualan di ramadhan ini meningkat tapi cepat habis pula stoknya.. belum rezeki memang.

Saat ku cek hapeku, Alhamdulillah ada kabar baik. Salah satu customer ku transfer, keuntungan 20rb dari 2 penjualan Jogger Adidas dewasa ORI, yang ia beli. 

Kemudian aku lanjut men-share produk-produk baru lainya ke grup marketer yang aku pegang. Juga ke status wa dan telegramku. Berharap hari ini mampu tembus sampai 100rb. 50rb untuk beli diapers. 😊

Pelan, pelan gerakan ku, aku tidak mau sampai membuat anakku bangun. Duh, jangan dulu, mamahmu juga blm tidur masih kerja.

Sebenarnya targetku sebelum akhir bulan adalah bisa membayar hutang. Ingatkan cerita ku sebelumnya tentang "salah harga" ya aku harus nombok hampir 200rb karena kecerobohan ku salah cantumin harga 😢

Mumpung hari ini hari Jumat, aku berdoa sering-sering agar dikabulkan. Aku jadi ingat kasus sebelumnya tentang 2 customer yang cancel mendadak rice cooker philipis digital. Padahal sudah aku submit ke pusat supplier. Membayangkan harus nombok pesanan yg hampir satu juta??? Uang darimana coba sedang keutungan paling besarku pun baru ratusan ribu itupun penghasilan dari berjualan online tidak menentu kan?

Qodarullah Allah mengabulkan doaku hari itu, akhirnya aku mendapatkan pembeli pengganti yang cancel. Bahkan bukan hanya 2 orang tapi 3. Keuntunganya sampai 300 itu aku gunakan untuk membayar hutang daster. Setidaknya aku tidak jadi menombok ya kan, malah bisa sampai bayar hutang, Alhamdulillah.

Tiba-tiba Yahya bergerak dan berganti posisi hampir menabrak kepalanya ke dedek bayi. Seketika aku bangun dan, oh punggungku sakit sekali. Pasca hamil dan melahirkan, sakit punggung belum sembuh total, Hmm.. 

Ku lihat ada pesan masuk dari suamiku, ia mengirimkan voice note. Ku naikan sedikit saja volumenya agar anak-anak tidak terbangun. Ku tempelkan speaker hape di telingaku. Oh, tidak, ia mengabarkan akan pulang telat dan buka bersama saat rapat di pondok. Sedih hatiku.


Yaa, Allah semoga hari ini barang yang aku marketer in laris manis. Bisa untuk beli diapers dan bayar hutang aamiin ya allah.

Suara murottal Al Kahfi dan Ar Rahman di masjid tak terasa membuatku mengantuk. berharap ketika bangun ada kabar bahagia.

Tapi aku yakin tidur ini tidaklah lama karena sebentar lagi si sulung akan pulang. Bersiap dengan suara salam dan ketukan pintu yang akan membuatku terbangun atau bahkan adik-adiknya yang sedang tidur di ruang tengah. 



Zzzzzzzzzzzzzz

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengawali Bisnis Online Bersama JNE

Sudah setahun lebih saya mulai ngoyo jualan online. Entah apa sebabnya, mungkin karena setiap tahunnya bertambah anak yang membuat saya sema...