Rabu, 13 April 2022

Salah Harga


Hari ini terasa sangat lelah. Mataku kian sayu efek kurang tidur semalam. Telingaku cukup pengang mendengar tangisan dan teriakan kedua anakku yang masih bayi belum genap 40 hari dan kakaknya yang masih usia toodller 22 bulan.

Hari ini jualan online shop ku mengalami sedikit masalah. Aku ceroboh memasang harga dengan selisih 50rb lebih. Aku menjual barang berkualitas bagus dengan harga miring yang ku dapat langsung dari supplier partai besar, sehingga harganya bisa lebih murah atau separuh dari harga official nya di market place. Mitochiba yang aku jual sebesar 450 ternyata di pusat 500rb. Sepertinya saat itu aku salah menempatkan angka yang seharusnya 550 malah menjadi 450. Qodarullah, mungkin karena pikiran emak2 ku yang memaksakan multitasking. 

Dengan total pesanan 3pcs. Itu berarti aku harus nombok sekitar 150rb. Untuk level marketer online shop seperti aku ini uang segitu adalah uang besar. Mengingat aku biasanya hanya mengambil untung 5-15rb yaa rata-rata 10rb sih. Beberapa keuntungan besarpun biasanya itu dapat dari tim marketer yang harus aku bagi 2.

Spechless saat tau aku salah pasang harga dan itu baru disadari saat keep PO sudah close beberapa Minggu lalu, aku segera mutar otak agar tidak terjadi kerugian besar alias nombokin, bukanya untung. Aku coba menghubungi markterku dan customer ku, prihal kesalahan pasang harga. Meskipun aku sadar itu sepenuhnya karena kecerobohan ku. Aku mencoba ikhtiar siapa tau mereka mau menerima dan mengikuti harga yang telah direvisi. Dengan perasaan yang sangat tidak enak tentunya dan siap akan konsenkuensinya.


Apa yang harus aku lakukan?

Aku memiliki mimpi ingin punya toko atau usaha sendiri, aku rintis dari awal. Tapi cobaan berjualan selalu mengujiku, seakan-akan aku ingin bilang pada diriku sendiri. Aku stupid, berjualan itu tidak cocok untukku.

Terbayang bayanglah pekerjaan ku sebelumnya saat masih menjadi blogger dan influencer. Penghasilannya lebih besar dari berjualan yang hanya beberapa puluh ribu tapi hanya modal tulisan dan photo aku bisa mendapatkan beberapa ratus ribu. Hmm . . Namun aku memutuskan mundur perlahan. Jika terlalu sering menerima job blogger atau influencer aku takut dosa karena rentan menciptakan kebohongan. Tidak kalah dengan berjualan, amanah yg diemban juga besar. Atau diam saja tidak  apa-apa? 

Mimpiku terlalu besar dan banyak. Apa aku salah?

Aku ingin membeli motor baru lagi, setelah Motor lama ku sudah ku hibahkan untuk saudara kandungku yang lebih membutuhkan, aku ingin smartphone baru, dan banyak hal lainya untuk diriku sendiri. Suamiku adalah laki-laki yang bertanggung jawab, namun dengan ini aku bisa saling membantu tanpa menyusahkan ya, kala gajinya sudah habis sebelum akhir bulan.

Tiba-tiba dalam lamunanku, tak terasa air pipis si bayi menguncur ke arah dasterku. Ini sudah kesekian kalinya dipipisi, padahal hanya telat sedikit memakaikannya diapers, sudah pipis lagi. Ku pandangi daster yang sudah usang ini, lembab, basah dan tidak fresh baunya. Untuk membeli dasterpun butuh dipikirkan berkali kali, padahal aku penjual pakaian. 

Tidak lama si sulung pulang ke rumah dengan membawa 2 anak kitten. Ya Tuhan kerjaan lagi? Bisa dibayangkan betapa rempongnya mengurus kotorannya, makanya, mainya, pantauan agar si toodller tidak mencekik, menarik bulu, atau bahkan memegang ekornya yg kotor.


Aku menarik nafas panjang...


Sepertinya aku butuh rehat sejenak. Tidur sebentar agar waras dan pikiranku jernih. Agar tidak terjadi huru hara di rumah ini, agar aku bisa bijak dalam masalah yang sedang ku hadapi. Yaa, aku rehat sejenak untuk tidak membuka wa. Dan ikut tidur bersama kedua anaku setelah ku mandikan. 

Tak terasa adzan Dzuhur sudah berkumandang. Aku bangun dari istirahat, kudapatkan kabar penolakan dari mereka. Sejenak aku berdoa dan curhat kepada Allah. Apa yang harus aku lakukan?

Aku memiliki mimpi ingin punya toko atau usaha sendiri, aku rintis dari awal. Tapi cobaan berjualan selalu mengujiku, seakan-akan aku ingin bilang pada diriku sendiri, bahwa aku itu stupid, berjualan itu tidak cocok untukku. 


Masih dalam lamunan, sambil mengasihi anak bayi. Anak nomer dua ku menangis dan menjerit -jerit setiap sinyal tontonan youtube loading hanya beberapa detik, but itu sering. Bukanya aku abai terhadap anak diusia seitu ia sudah screen time, karena kalo sedang mengASIhi adik bayinya ia sering cemburu dan tantrumnya mulai lagi. Yahya dalam masa usia tantrum. Belum lagi yang bayi yang sedang melewati fase grow sprut.


"Mamam, mamam.." 


Membuyarkan lamunanku, aku baru ingat terakhir makan itu saat sarapan. Dan itu hanya masuk sedikit sekali, Yahya sedang GTM. ia jadi GTM saat terbiasa minum UHT. Waktu itu kami mengejar BB nya karena stuck di tempat. Dokter anak pun meresepkan susu uht karena Yahya tidak mau sufor. Tapi semenjak adiknya lahir dan ASI mulai normal kembali. Gtm nya Makai parah, sejak menyusu asi lagi.

Sudah jam setengah 3 sore. Yahya tantrum lapar dan minta ASI. Menunggu si sulung pulang dari main terasa sangat lama sedang aku butuh dirinya untuk disuruh-suruh ke warung. Baiklah, aku akan menghangatkan nasi dulu. Sambil mengendong-gendong anak bayi yang masih nemplok menyusu. Lanjut gantian mengasihi Yahya, gantian bayi yang giliran menangis. Begitulah pingpong tangisan mereka. Tidak lama ku cek, Oalah, nasinya ternyata sudah beeuy, lembek dan berair. Padahal baru buat kemarin malam. Terpaksa aku harus keluar cari makanan. Mumpung si Yahya minta makan sendiri, itu artinya dia sudah sangat lapar. 

Setelah melewati tahap kerempongan emak2, pakai hijab, benerin gendongan, tapi blm sempat celanain anak yg masih terlihat pakai diapers saja akhirnya kami cuss otw, jalan kaki tidak jauh dari rumah.

Alhamdulillah tukang frenchchiken sudah buka (nulisnya gimana sih) baru mau pulang tiba-tiba hujan deras. Akhirnya kami menunggu karena kepegung tidak bisa balik. Aku segera menelepon suami agar bisa menjemput kami. Beruntung bulan puasa ini ia pulang lebih cepat, meskipun malam ini bukan waktunya bermalam di tempatku.


***

Sepanjang perjalanan tadi, aku sudah menemukan solusi terbaik dari salah harga.

Bagaimana Rasulullah dulu mengatasi ini jika terjadi dengannya, beliau juga seorang pedagang. 

Ya, yang membuatnya sukses sebagai pedagang karena adabnya, kejujurannya, amanahnya, dan hal baik lainya. Itu yang membuat Rasullullah menjadi inspirasi ku saat belajar berjualan.

Seketika aku berpikir. Jika hal ini terjadi pada Rasulullah, pastilah Rasullullah akan bertanggung jawab. Ya, aku harus bertanggung jawab atas kecerobohan aku karena salah pasang harga. Bukankah ini hanya 150rb? di luar sana banyak pedagang yang merugi atau berhutang sampai jutaan?? 

150rb bagi pedagang sejalan sangat kecil seperti marketer kaya aku ini termasuk tidak mudah mendapatkannya. Terlebih sedang banyak kebutuhan untuk lebaran nanti.

Ya aku harus bertanggung jawab sendiri. Alias nombokin. Entah dari mana lagi uangnya berdoa saja. Mungkin saja dengan ujian ini agar mental dan pengalaman ku lebih matang untuk diamanahi Allah dengan usaha atau bisnis yang lebih besar lagi nantinya.

Wallaualam, niatkan saja diri ini melakukan yang terbaik. Dan yakin serahkan semuanya sama Allah 🥰 Allah selalu memberi jalan yang terbaik. Seperti belum lama ini ada masalah gak jauh dari kasus mitochiba. 2  Pembeli yang sudah pesan digital Rice cooker philipis yang kujual setengah harga dari harga official yang hampir satu juta. Itu pembelinya 22 nya cancel. Padahal sudah ada perjanjian akan transfer, dan sudah diinput ke pusat supplier ku, gak bisa cancel loh. Aku sudah horor membayangkan uang satu juta dapet dari mana untuk nombokin pesanan pembeli yang cancel? Akupun gak enak sama pihak supplier. Bagaimana pun Aku harus bertanggung jawab. Mulailah puter otak mencari customer baru untu peralihan orderan yg dicancel. Aku berdoa dengan sangat bersungguh-sungguh agar tidak nombokin pesanan yg hampir satu juta ini (belum ongkirnya), qodarullah dalam sehari malah dapet 3 pembeli untuk mengganti orderan yg dicancel. Cepet banget kan.. kadang dapet satu pembeli aja susah, ini harga 500rban lgsung dapet 3 pembeli dari 2 yang cancel. Bahkan fee keuntunganya yg langsung di dapat langsung aku bayarkan hutang. Karena memang sudah niat sekali ingin bisa membayar hutang


22.43 WIB

semua pekerjaan rumah yang wajib sudah selesai, meskipun sebelumnya harus menghadapi huru hara rebutan ASI kakak adik. Seperti yang sudah-sudah, kadang sangat lelah dan menyerah untuk minta bantuan susu formula hanya sebatas mengganjal lapar si bayi saat aku sedang mengASIhi kakaknya. Terlebih jika giliran babahnya tidak bermalam disini aku sangat kerepotan. Proses menyapihpun masih panjang. Tidak langsung berhasil seketika. Bulan Juni kakak toodller genap 2 tahun. Itu berarti sekitar 2 bulan lagi. Memikirkan untuk menyapihnya saja aku sudah kebayang capeknya double double.

Alhamdulillah, di jam segini bisa mandi dan ngepel lantai, setelah ngecek orderan dan buat FO untuk nanti pagi, jadi tinggal totalnya. Tadinya sudah tidak sanggup dan berniat langsung tidur karena saking capeknya. Tapi dipikir2 kalo tidur dalam keadaan lengket, daster seharian yg beberapa kali kena ompol, peperan air bekas mandiin si kecil, bekas cebokin sinkecil, peper peper saat masak, itu malah bikin mood gak nyaman dan hawatir bikin emosi karena bad mood gak relax. Dan setelah melakukan itu semua, aku ambil hape dan mulai menulis blog. Membuang kosa kata, sampah2 yang harus dikeluarkan..

Daripada buka sosmed wayah kieu, scrol scroll, komen sana sini, 😆

Yuk tidur, nanti sebentar lagi mamak prepare makan sahur 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengawali Bisnis Online Bersama JNE

Sudah setahun lebih saya mulai ngoyo jualan online. Entah apa sebabnya, mungkin karena setiap tahunnya bertambah anak yang membuat saya sema...