Rabu, 13 April 2022

Ikut Lomba Blog

 Lucu gak sih, malam ini, malam yang dimana semua anak dan suami sudah tertidur, malam yang harus digunakan istirahat yang katanya 'aku' itu jam mahal emak2 'ingin waras' harusnya tidur, malah nulis buat ikut lomba blog. Iya lomba blog, yang aku tau pesaingnya tulisannya lebih bagus dariku, yang aku pesimis akan menang. Tapi aku coba ikhtiar menangin hadiahnya hanya untuk bisa membeli motor baru. Gak berharap jadi juara pertama tapi minimal bisa menjadi pemenang, di beberapa lomba blog. 🤣

Saya daftar beberapa lomba blog, selain karena butuh uang. Lomba blog memancing blog baru saya ini agar terindeks google. Karena dulu awal-awal ngeblog, trafik bisa sampai ratusan itu berawal dari mengikuti lomba blog.

Awal menulis blog di tahun 2016 berhasil membawa saya mengenal komunitas blogger. dulu sering memenangkan lomba blog di jamannya wkwkw.. jaman sebelum banyak saingan yang lebih jago nulis. Dan kali ini saya ingin mencoba lagi. Tapi kalo tidak menang tidak mengapa. Pelajaran yang pernah saya dapat, jangan terlalu abisius dalam sebuah tujuan. Santai saja tapi kamu "menguasai bidang" itu dan konsisten. 

Sejujurnya saya termasuk yang tidak konsisten mengurus blog. Bagaimana mau konsisten jika yang saya pegang sangat banyak, sebagai ibu yang mengurus anak SD, toodller, dan bayi, belum suami, belum marketer online shop yang punya tim marketer juga, belum ngurus konten video, dulu ngeinflue Instagram masih kepegang, sekarang enggak. Banyak saingan juga sih mengingat follower minimun itu 10k, aku??? Dapet 5k aja belum, baru 4k.. ayo dong bantu follow wkwkw 🤣 just kidding


Saya gak bisa multitasking demi menjaga kewarasan. Menghidupkan kembali blog hanya rindu menulis karena kosa kata ini harus tersalurkan (me introvert dan rumahan jadi jarang mengobrol) dan menulis blog adalah healing terbaik setelah berdoa tentunya.

Jadi tadi abis diajak ngopi berdua sama mas suami, ngofi late. We time kami kala anak-anak sudah pada tidur. Hari ini Alhamdulillah lebih baik dari yang kemarin, orderan banyak yang datang tapi barang banyak yang habis, customer gak kebagian dan refound. Banyak yang nanya-nanya tapi gak beli, membuat saya berharap kala isi ATM bener2 kosong tapi saya yakin rezeki tidak kemana. Saya yakin Allah sedang menguji kesabaran dan kematangan mental saya kala nanti diberi amanah yang lebih besar lagi. Kadang mengahadapi customer yang menyebalkan membuat saya hampir menyerah untuk berhenti jualan online, tapi saya harus Istiqomah untuk sabar dan stay ramah. Inget, inget, cara Rasullullah berjualan. Berjualan termasuk mimpi saya. Ingin menjadi pedagang.


Setelah minum kopi saya susah tidur tapi suami malah gampang banget tidur. Qodarullah baru muncul mood nulisnya. Nulis buat saya itu butuh mood kalo gak mood seakan maksa otak dan endingnya suka gak enakin, terkesan maksa updet blog gitu.


Btw, nanti baca yaa tulisan aku yang aku ikutsertakan lomba ❤️




Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengawali Bisnis Online Bersama JNE

Sudah setahun lebih saya mulai ngoyo jualan online. Entah apa sebabnya, mungkin karena setiap tahunnya bertambah anak yang membuat saya sema...