Awal-awal menyusui selalu menjadi moment yang gak mudah buat saya, atau mungkin untuk semua ibu ya? Belum keringnya luka jahitan pasca melahirkan, seorang ibu harus bisa menyusui bayinya. Tantangan dimulai dari posisi pelekatan yang harus tepat, yang kerap kali bikin puting lecet karena posisi menyusui kurang tepat, ditambah saluran kelenjar susu belum terbuka semua sehingga membuat macet aliran susu, mulai dari bengkak sampai mastitis. Disusul meriang panas dingin (gitu gak sih? Apa cuma aku aja selalu ngalamin sakit panas dingin setiap awal2 bulan menyusui) lanjut pegalnya badan karena seharian menyusui, belum mengeluarkan ASIP agar payudara tidak bengkak (saat itu masih pakai manual yang butuh effort banget, waktu istirahat tidur dipakai buat merah ASIP) Tapi ternyata kebutuhan ASI untuk bayi baru lahir itu banyak dan terus menerus, sehingga bikin mamah bener-bener butuh tidur.
Menyusui bayi baru lahir bisa sampai 4 jam non stop, eh tidurnya cuma 1-2 jam lanjut menyusui (ini waktu aku g pakai ASIP bener-bener langsung menyusui dari payudara atau dbf)
Sampai merasa kok kayanya ASI ku kurang ya? Padahal udah disusui terus? Kenapa dedek bayi cepat sekali bangunnya, tidur ya? Apa iya ASI ku kurang banyak. Dan terjadilah jalan pintas untuk menggunakan susu formula seling ASI sebagai bala bantuan 🤠eeh eeh eeh jangan ditiru yaa Bun, tanpa rekomendasi dokter.
Butuh booster ASI yang praktis tanpa masak-masak, biar ASI mengalir deras dan gak usah pakai bantuan sufor tapi mikir lagi harganya lumayan mahal, atau gak sempat keluar untuk beli suplemen booster ASI. Tapi sebenarnya booster ASI tidak melulu lewat suplemen loh, ada banyak cara alami untuk memperlancar ASI insyaallah tanpa drama apalagi sampai bikin depresi ibu nifas. Bissmillah, yuk mari kita coba‼️
Pikiran Bahagia
Pikiran harus bahagia atau minimal enteng. Tidak banyak memikirkan hal yang bikin sedih, drop, dibawa santai aja pokoknya jangan mikirin yang macem2, pikirin sesuatu yang bikin senyum2 sendiri aja
Dulu saya dari hamil sampai melahirkan itu LDM sama suami. Mengurus bayi baru lahir lebih sering ditangani sendiri sakitpun ditangani sendirian, hiks. Bisa bayangin kan rempongnya seperti apa. Alhamdulillah ala kulihal gak sampai baby blues. Karena itu sudah menanamkan mindset ibu menyusui harus bahagia.
Makanan bergizi
Seperti sudah panggilan alam, sehabis melahirkan dan kemudian menjadi ibu menyusui, nafsu makan naik berkali lipat. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengisi ulang kalori yang terbagi dengan si dedek. Untuk sementara tidak usah mikirin takut gemuk atau malah jadi pemilih dalam hal makanan, makan ini takut ini itu. Pamali makan yang digoreng, ikan, takut amis atau ini itu. Tidak ada larangan makanan kecuali makanan setengah matang, mentah, alkohol dan berlebihan. Bunda juga tak perlu takut gemuk karena ibu menyusui banyak mengeluarkan kalori dan transfer gizi tentunya ke baby. Selama aku jadi bunsui Alhamdulillah selalu merasa berat badan ideal tapi lebih ke montok, wkwk.
Manjakan Diri Dengan Cemilan Kesukaan
Karena saat menyusui nafsu makan menjadi bertambah biasanya diiringi dengan ngidam berbagai jenis makanan manis. Bunsui banyak mengeluarkan effort seharian penuh, maka akan lebih baik jika memberi apresiasi diri yang sudah berjuang mengasihi, begadang, dan tetap urus keluarga dengan sekotak cemilan manis. Brownies, martabak manis, bolu pisang, cake, kue balok, roti kukus, ah ini mah selera saya. 😆 Betapa receh bahagianya emak-emak. Semoga pak suami mengerti, yaa setiap pulang kerja bawa cemilan kesukaan istri wkwkw ..
Me Time Berkualitas
Manfaatkan waktu luang, entah saat bayi tidur, kakak sekolah, untuk melakukan hal yang bunda sukai meskipun itu hal yang sederhana. Lupakan dulu rumah berantakan, cucian kotor, atau sesekali tidak masak, beli lauk di luar, panggil terapis pijat refleksi, atau paling mentok inkut tidur sama bayi. Ingat jangan ngelamun mikirin banyak hal yang bikin rungsing yaa ðŸ¤
Pijat Oksitosin
Kalo lagi ada pak suami di rumah, mintalah bantuan pak suami untuk melakukan pijat Oksitosin ya Bun. Pijat oksitosin ini merangsang produksi ASI loh, selain itu bikin tubuh relax dan bahagia karena merasa disayang suami. Bunda bisa lihat cara pijat oksitosin di channel YouTube dokter.
Pummping2 dan susui bayi sesering mungkin
Mindset keberhasilan menyusui sangat berpengaruh loh Bun. Makanya ada kalimat mengatakan bahwa menyusui harus dengan keras kepala. Untuk ibu baru biasanya akan lebih banyak mengalami tantangan awal menyusui. Seperti merasa ASI seret, bengkak sampai mastitis, rasanya mau menyerah saja. Dulu itu yang pernah saya alami. Bahkan saat badan tidak fit seperti demam, menggigil, tetap menyusui, karena kalo tidak dikeluarkan akan menjadi sumbatan yang nantinya mengeras di payudara ini akan lebih parah lagi karena kalo sudah bengkak menyusuipun sakit dan bisa stuck berhenti sampai disitu. Makanya rajin Pummping atau mengeluarkan asi dari payudara sampai terasa kosong sangat harus. Bunda bisa melakukanya secara manual menggunakan jari tangan, alat Pummping manual atau otomatis, sekiranya disesuaikan saja ya mana yang lebih nyaman dan membantu. Jadi, asi tuh bukan sedikit. Semakin sering dikeluarkan produksinya akan semakin meningkat.
Baca juga, Cara Menyimpan ASIP yang Benar
Yuk Pijat ‼️
Tidak hanya dipompa, payudara pun harus sering dipijat, dikompres air hangat, guna memperlancar peredaran darah dan membuka kelenjar susu yang masih tersumbat. Cara ini Alhamdulillah selalu efektif, apalagi jika bagian puting diolesi minyak atau ASI sehingga menghilangkan sumbatan-sumbatan bekas asi yang mengering, atau luka. Rajin pijat payudara, kompres air hangat menggunakan handuk kecil, terutama jika merasa ada aliran yang masih tersumbat dan terasa bengkak.
Banyak Minum
Semakin banyak cairan yang kita minum, insyaallah menjadi stok isi ulang ASI. Jangan hanya fokus pada makanan saja, bunsuipun harus banyak minum air putih. Sama seperti berolahraga menyusui banyak mengeluarkan kalori dalam tubuh. Bila perlu tambahan multivitamin booster ASI.
Cukup Istirahat / Cukup Tidur
Ini yang menurutku poin paling penting, banyak istirahat. Duh, enak ya kalo tugasnya cuma tidur, menyusui, tidur, menyusui, sisanya bapaknya yang turun tangan, wkwkw..
Seperti yang kita tau setelah hamil kemudian melahirkan perjuangan tidak berhenti sampai disitu, bunda akan lebih sering terjaga di malam hari untuk menyusui bayi baru lahir yang juga sedang belajar menyesuaikan jam tidurnya. Ketika pagi hari tiba lanjut memandikan dan menyusui bayi lagi, disini bunda jangan lupa sarapan ya dan jangan langsung bekerja beberes rumah. Banyak istirahat sekiranya semalaman sudah begadang dan juga pegal-pegal karena masih menyesuaikan pelekatan mengasihi. I'm feel it, pokonya mah kudu banyak istirahat, banyak tidur, banyak ngemil, banyak makan, tapi jangan banyak pikiran-pikiran mumet . 🥰
Untuk poin yang terakhir ini amat sangat dibutuhkanya support dan kerjasamanya dengan paksuami atau keluarga besar, untuk gantian handle si dedek bayi, dan cucian numpuk ðŸ¤ðŸ˜†
Tidak ada komentar:
Posting Komentar