Senin, 25 April 2022

Mencoba Tanpa Medsos dan Internet

 


Malam ini aku melihat senyum dan ocehannya untuk yang pertama kalinya. Tidak terasa bayiku anak ketiga ku, usianya sudah hampir 2 bulan. Kemampuan meresponnya sudah berkembang. Ku lihat anakku yang lainya, si sulung yang tengah bercanda dengan adiknya si nomer dua. Kadang rengekan, teriakan, membuat isi rumah ribut, berisik. Membuatku seperti wasit yang harus mengatur jalannya permainan. 

Sudah dua hari ini ponselku offline. Aku tidak cukup money untuk membeli Kouta. Karena sisa uang pribadiku, ku habiskan semua untuk membeli token listrik yang sudah tinut tinut. Plusnya kehabisan data internet bisa ku manfaatkan untuk istirahat sejenak dari dunia medsos dan segala yang terhubung dengan internet.

Beberapa hari yang lalu sebelum rehat dari signal offline, hati dan pikiranku sedang tidak waras. Berkali kali pun aku pernah melakukan kekerasan verbal ke si sulung dan mencubit anak keduaku. Diri ini sedang sangat lelah luar dalem, sangat lelah. Seakan butuh healing, namun sikon belum mendukung. 😢

Dan aku harus sabar lagi.


Aku merasa hoopless 

Aku butuh silent treatment

Dan juga istirahat dari dunia sosmed dan jualan online.

Alhamdulillah dari kemarin, waktuku terasa lebih banyak menemani anak-anak. Terutama si kakak nomer dua. Ia berhasil puasa YouTube 2 hari ini. Aku mengalihkan dunianya dengan mengajaknya main dan berinteraksi langsung. ini juga tidak biasanya, Yahya sulit diarahkan kalo sedang tantrum rebutan ASI. Tapi, screen time masih, karena kami tidak pernah memakai televisi. Hanya sekedar menonton videonya sendiri yang diputar berulang kali, membuatnya terhibur. 

Akupun sudah mulai terbiasa menghadapi bentrok mengasihi, begitupula Yahya. Meskipun ada sedikit-dikit tantrumnya lagi. Tapi tidak separah saat pertama muncul kehadiran adik barunya.

Kalo sedang kena mental, aku selalu berdoa kepada Allah agar dimudahkan menghadapi pengasuhan ini. 


Sebelum internet offline, beberapa supplier ku sudah mengambil libur duluan. Sudah 2 hari pula dagangan online ku mulai sepi pembeli. Ini karena sebagian agen supplier ku sudah start cuti lebaran. Status jualankupun tidak sebanyak biasanya. Sedikit variasi. Mungkin sudah banyak orang yang telah memiliki pakaian untuk lebaran. Kirim paket di seminggu mines lebaran tidak menjamin barang sampai sebelum lebaran. Akupun tidak berani menjanjikan kepada customer dengan harapan sebelum lebaran barang sampai. Ekspedisi overload.

Alhamdulillah ala kulihal, setidaknya aku sudah banyak meraup untuk bulan ini. Sepertinya sudah satu juta lebih. Nilai yang tidak sedikit buat ku yang hanya bekerja di rumah dibarengi ngurus anak-anak. 

Selama 2 hari offline dari medsos atau wa, tidak membuat hati ku deg-degan. Pikiranku sedikit lebih enteng dan relax. Lebih fokus dan tidak berekspektasi terlalu tinggi atau Mikir ngalir ngidul kalo lihat posting an org lain.


Tidak membandingi kemampuanku dengan pencapaian orang lain yang terlihat sempurna.


Tidak membandingkan kehidupanku dengan mereka yang 'terlihat' selangkah lebih maju daripadaku


Tidak pusing dengan hot news, berita yang sedang viral dan ikut ikutan mikirin.


Tidak merasa bersalah dan emosi terpendam kepada customer, apabila barangnya belum ready, barangnya belum sampai juga.


Atau merasa diPHPin dengan barang yang diorder malah sold stock, totalin tapi belum bayar atau kepending nungguin TF an. Atau problema lainya di Dunia perdagangan.


Sudah lama aku ingin refreshing. Qodarullah lagi-lagi belum terlaksana. dari aku yang kecapekan parah waktu hamil, si Yahya sering sakit, membuat ku semakin banyak menghabiskan waktu di rumah saja sampai sekarang. Padahal masa nifas sudah habis.

Tapi mau healing ke luarpun butuh biaya. Dan harus siap capek lagi, karena bawa gerombolan bocil.

Healing di luar butuh biaya, hawatir balik dari healing malah stres karena ngabisin duit dan tenaga dan harus kerja rodi lagi sampai butuh healing lagi. Kapan habisnya? Kalo siklus begitu terus??


Mungkin aku butuh rehat. Bukan, bukan berhenti. Cuma rehat sejenak, jangan. Jangan putar balik. Hanya rehat sejenak. Untuk hati yang sedih, pikiran yang lelah. 


H-10 lebaran..


Hari-hari menjelang Lailatul Qadar. Healing kali ini harus perbanyak komunikasi dengan Allah. Istirahat dengan cara mengalihkan kesibukan dengan memperbanyak amal Soleh. Inilah healing yang sesungguhnya.


Libur dari dunia internet meskipun hanya beberapa hari ternyata membuat aku bisa bernafas lega dan membantu menjernihkan pikiran.



Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Mengawali Bisnis Online Bersama JNE

Sudah setahun lebih saya mulai ngoyo jualan online. Entah apa sebabnya, mungkin karena setiap tahunnya bertambah anak yang membuat saya sema...