Selasa, 25 Juni 2024

Mengawali Bisnis Online Bersama JNE


Sudah setahun lebih saya mulai ngoyo jualan online. Entah apa sebabnya, mungkin karena setiap tahunnya bertambah anak yang membuat saya semakin sibuk mengurus mereka hingga tidak ada waktu untuk bisa fokus berjualan online. 

Loh, harusnya kebutuhan semakin meningkat semakin rajin pula untuk menggelutinya. Karena memang saya sadar peluang bisnis online di jaman sekarang cukup besar asal kuncinya bisa konsisten. 

Tapi nyatanya teori memang tidak semudah prakteknya. Hingga hari ini, dan kemarin, juga kemarinnya lagi, belum dapat closing. 

Apa benar semua itu ada masanya?

Dari yang awal merintis, kemudian naik, semakin naik sampai puncak, beralih datar kemudian stuck disini.

Padahal dari awal merintis saya sudah kenyang melahap semua senang- sedih nya. Dari yang banjir orderan, ketipu jutaan sama supplier jastip elektronik yang sempat viral beberapa tahun yang lalu, sepi masal saat covid, tapi buktinya sampai sekarang masih jalan. 😌


Tahun 2015

Saya masih ingat betul, itu adalah awal tahun saya mencoba berjualan online lewat hape blackberry. Dimulai dari open jastip atau jasa titip. Saya bergabung di grup jual beli  facebook,  mencoba untuk open jastip makanan. Saya menjual brownies kukus yang sudah terkenal dan memiliki branding.

Awalnya, open jastip untuk sekitaran kota tempat tinggal dengan sistem delivery, saya mampu mengantarkannya sampai rumah pembeli.

Tak disangka ternyata peminatnya sangat banyak. Setiap hari ada saja yang order. Tak mau melewatkan peluang ini akhirnya saya beranikan diri kirim paket melalui ekspedisi yakni JNE untuk pengantaran luar kota.

Bissmillah 

Yups JNE adalah ekspedisi yang lebih saya percaya untuk pengiriman perdana saya. Meski deg-degan dan agak bimbang, karena saat itu tidak ada ekspedisi khusus makanan. Saya packing seaman mungkin. Termasuk mengharuskan pembeli dengan memilih layanan JNE YES yang 1 hari sampai. Saat itu hanya JNE yang memiliki layanan satu hari sampai dan lebih cepat dari semua ekspedisi yang ada dan alhamdulillah paket sampai dengan aman. Bahkan tidak satu atau dua kali, saya sampai memiliki pelanggan di luar jawa.

Tahun 2015 Pertama kali belajar packing, saat belum pro. mohon dimaklumi 🙏




Malam itu saat melihat pesawat terbang, saya bergumam dalam hati. "Malam ini pasti paketku sedang diperjalanan pesawat agar besok sampai ke padang, semoga baik baik saja"

Dari situ keahlian dan minat saya berjualan online termasuk menjadi marketer mulai membara. 

Kemudahan pemasaran di dunia digital saat ini bisa menjangkau khalayak umum lebih luas lagi ditambah ekspedisi yang mendukung adalah satu bundling yang amat penting dalam bisnis online. 

Tahun semakin berlalu. Saya mencoba melangkah perlahan dari marketer menjadi reseller. Dari yang hanya aktif beriklan di grup media sosial seperti FB, Wa, kini mulai merambat ke marketplace. Dari jastip, dropship, marketer, reseller, sudah saya tapaki perlahan. Bahkan memiliki beberapa tim marketer. Alhamdulillah, setiap hari ada saja yang order, entah dari saya langsung atau dari marketer saya. 

Tapi ada satu pertanyaan yang sampai saat ini kadang menjadi lamunan. Kapan ya, saya bisa sampai menjadi agen atau distributor?

Ah perkara modal dari dulu. Tapi apakah benar karena kepentok di modal? Atau karena memang saya yang kurang kuat mentalnya dalam menghadapi macam-macam konsumen, atau sayanya yang kurang konsisten menekuni di bidang niaga karena disambi mengurus anak dan rumah sebagai IRT? 

Sekarang mungkin sudah berbulan-bulan jarang posting iklan di medsos, jarang update di marketplace, membiarkan mengalir begitu saja, kadang ada orderan tapi lebih seringnya sudah iklan tidak dapat closingan.


Senin 20 Mei 2024

Tiba-tiba ada notif dari toko oren bahwa ada pemesanan yang harus dikirimkan. Alhamdulililah, karena jumlahnya lumayan besar. Saya segera bergegas mempacking paket untuk diantarkan ke counter dan yang dipilih konsumen adalah ekspedisi JNE.



Baik, kembali menuju JNE. Diperjalanan saat mengantarkan paket ke konter JNE, saya mengingat kembali ekspedisi ini. Dimana saat itu saya memiliki kenangan bersama JNE, di masa sedang semangatnya memulai jualan online, dan JNE memudahkan perjalanan itu.

Tak lama saya sampai dan kemudian segera menyerahkan paketnya ke petugas konter. Tiba-tiba saya teringat lagi tentang cerita inspiratif dibalik suksesnya JNE, yang dulu membuat saya semangat ingin menjadi enterpreneur. 

***

Pendiri JNE dikenal sebagai sosok yang memiliki pengaruh besar terhadap kemajuan perusahaan. Saat Indonesia mengalami krisis moneter tahun 1998 yang membuat lemahnya perekonomian nasional saat itu. Banyak perusahaan lain melakukan PHK besar-besaran di Indonesia. Tapi justru Soeprapto membagikan beras kepada karyawannya lantaran khawatir karyawannya terdampak. 

Selain itu, Soeprapto juga memerintahkan kepada jajaran manajemen untuk mengajak orang-orang yang kena PHK untuk membuka gerai atau menjadi agen JNE. 

Langkah itu berdasarkan niat untuk membantu sesama agar tidak kehilangan pendapatan bagi masyarakat yang kena PHK. 

Dilansir: https://www.google.com/amp/s/m.bisnis.com/amp/read/20230501/265/1651652/profil-johari-zein-bos-jne-yang-pernah-jadi-pedagang-majalah




Selain bapak Soeprapto, dialah Bapak Johari Zein, yang sempat menjabat sebagai direktur utama perusahan JNE. Merupakan salah satu sosok kunci yang paling penting di perusahan ekspedisi JNE. Ia seorang mualaf yang sempat viral kala itu karena keinginannya membangun 99 masjid lewat yayasan yang ia miliki. 

Begitu mendengar cerita beliau sering terbesit keinginan sukses berjualan onlen seperti suksesnya JNE, agar bisa membangun masjid dan memperbaiki lagi tujuan hidup bukan hanya tentang materi. Saya ingin sukses dan bermanfaat untuk banyak orang. Berkarya, berkembang, dan berkah.

Allahumma barakallah, bagi saya mereka adalah contoh orang-orang inspiratif yang bisa menginspirasi saya sehingga bisa betah bisnis di dunia digital sampai saat ini. 

JNE lebih dari sekedar kang paket

Sejak saat itu JNE menginspirasi saya untuk terus berkembang meskipun hanya di dalam rumah saja. Saya yakin bisa melakukan lebih, buktinya sampai sekarang saya masih berjualan online. Meskipun kadang lelah, istirahat sejenak, maju lagi, yang paling penting jika ingin sampai pada tujuan, saya harus ingat kembali niat dan tujuan ingin berada disitu. 

Mengingat-mengingat kembali apa yang sudah saya dapatkan selama memulai bisnis online shop. Belajar marketing, membangun branding, berinteraksi dengan konsumen yang berbeda-beda karakternya, membantu tim karakter yang ingin punya penghasilan juga dari rumah, paling penting bisa berinfaq untuk keluarga sendiri. 


Saya jadi ingat dulu, saya memiliki mimpi jika ikhtiar ini sukses membawa saya sampai agen distributor, saya ingin membuat menjadikan single mother sebagai karyawan saya semua plus boleh bawa anak ndan disediakan mees jika jauh. Karena saya juga pernah menjadi single parent, jadi tahu betul sulitnya perjuangan mencari nafkah, sambil momong anak. 

Terimkasih JNE sudah menjadi partner perintis usaha saya, dan membuat saya mengingat kembali tujuan juga semangat untuk melakukan lebih lagi. 

Alhamdulillah ala kulihal, rezeki memang tidak akan salah alamat. Jika dari jualan offline mulai sepi. Allah melapangkan nya di jalan lain, seperti jualan online yang masih saya geluti.

Apapun itu fasenya, tetaplah konsisten dan semangat. Ingat kembali tujuanmu, istirahat boleh, tapi jangan berhenti dan balik arah. 

"Dan sebaik-baiknya manusia adalah yang paling bermanfaat untuk sesamanya"


__________________________________________________
#JNE #ConnectingHappines #JNE33Tahun #JNEContentcompetition2024 #GasssTerusSemangatKreativitasnya

Sabtu, 14 Mei 2022

Belajar Jualan Online dari Nol, Mudah kok!


Tinggal menghitung hari saja, lebaran sebentar lagi datang. Banyak supplier dan brand yang sudah mulai start cuti di H-10 hari raya Ied. PR ku tinggal merekap fee bulanan untuk marketer grup yang aku pegang. Ya, selain menulis blog, instagram yang kadang dimanfaatkan untuk menginfluce, dan membuat konten YouTube yang sudah dimonites, aku juga reseller jualan online. 😆

Banyak banget yaa?

Kepegang gak tuh semuanya??

Dikerjakan ya gak sekaligus kok mak, aku juga manusia biasa yang butuh kewarasan 😁

Buat aku kemajuan era digital terlalu mubazir untuk tidak dimanfaatkan ke hal yang positif dan menghasilkan.

Beberapa waktu belakangan ini aku memang sedang anteng ngurusin jualan online sebagai admin grup markerter yang aku pegang dan reseller karena menjadi mompreneur itu adalah salah satu impianku.

 

Pernah ada yang tanya,

"Kenapa sih suka banget jualan? Sampai sempat - sempat nya posting, padahal sibuk ngurus anak toodller dan bayi, itukan fase lagi repot-repot nya jadi ibu"

Pertama, aku tumbuh dari orangtua yang memiliki pengalaman berdagang. Sewaktu aku kecil, orangtuaku memiliki toko agen sembako dekat pasar. Saat itu tahun 80-90an alias jamanya Suharto dan belum ada saingan minimarket seperti sekarang ini. Penghasilan dan keuntungan dari toko bisa sampai membangun rumah yang cukup besar dan lahan, hanya dalam waktu beberapa tahun saja.

Dari situ aku ambil pelajaran bermuamalah membuat kita mandiri. Mapan tanpa harus menjadi karyawan. Bisa Nyambi urus anak-anak juga tanpa ditinggal.

Kedua, punya banyak relasi, dan bisa memperluas silahturahmi. Karena, hubungan baik antara penjual dan pembeli yang saling bergantung dari membantu dan terbantu.

Ketiga, membantu orang lain memiliki pekerjaan dengan mempekerjakan mereka.

Keempat, mengasah kemampuan berpikir.
Mulai dari perhitungannya, dan trik marketing.

Kelima, lebih hemat sih sebenarnya.

Berkaca dari masa orangtua yang sukses lewat berdagang namun bangkrut saat munculnya persaingan karena menjamurnya mini market, ketatnya strategi marketing dan perubahan jaman, saya belajar bahwa usaha sekecil apapun itu harus bisa upgrade dan inovatif. Harus!

Seperti, mini market saja sudah banyak jasa yang disediakan menyaingi jasa yang tidak sejenis dengan mini market (awalnya). Seperti pembayaran pulsa, internet, cicilan, tiket pesawat/ kereta, tarik tunai/kirim uang, sampai jasa ekspedisi juga ada, ditambah kini mereka sudah punya aplikasi khusus untuk lebih memudahkan konsumennya berbelanja. 

Sama seperti jenis usaha lainya, ada juga Marketplace yang ikut menyediakan fitur antar makanan. Aplikasi yang menyediakan fitur beberes rumah, antar barang, makanan dan masih banyak lagi inovasi lainya yang terus berkembang untuk memudahkan konsumen namun sangat bersaing. Karena semua berlomba-lomba upgrade layanan.

"Zaman terus berkembang, siapa yang tidak mengikuti perkembangan itu, akan cepat teringgal"

Itu sebabnya sebagai pedagang aku harus memahami trik marketing dan siap bersaing dengan cara mengikuti perkembangan jaman digital yang serba mudah dengan internet seperti sekarang ini, itu berarti kita sebagai pengusaha kecil maupun menengah harus bisa go digital. Jika kamu ingin usahamu maju dan berkembang, tidak tenggelam. 

Ditulisan kali ini aku mau sharing tentang, "Mudahnya Berbisnis Online Shop Dengan Memiliki Website Sendiri"

Mudahnya Berbisnis Online Shop Dengan Memiliki Website 

Buat kamu yang pengen banget mencoba jualan online atau kamu sendiri sudah berlebel sebagai marketer ataupun dropshiper dan ingin lebih melebarkan sayap untuk memiliki online shop sendiri namun masih kaku sebaiknya baca sharing aku yaa!

Langkah-langkah Memulai Jualan Online 


TENTUKAN TARGET PASAR
Pikirkan produk apa yang ingin kamu jual atau pasarkan (marketer/reseller) pikirkan kisaran harganya, darimana pemasoknya, bagaimana kualitasnya, targetnya kepada siapa ingin kamu jual? Emak-emak kah? Nenek-nenek kah? Anak sekolahan? Remaja? Sosialita? Harga dan kualitasnya pas tidak dengan target pasar? Jangan sampai barang kamu kemahalan kualitas sosialita tapi di pasarkan ke emak-emak kampung. Atau malah sebaliknya.

Sama seperti halnya kita mau jualan daster, target pasarnya siapa, dimana? Mau dijual di pasar malam obralan atau mau jualan daster di ruko yang gak pake ditawar.

Sampai sini paham yaa?

"Menentukan target pasar penting untuk mengetahui peluang bisnis, dan preferensi konsumen agar dapat menciptakan produk yang tepat sasaran"


PUNYA SUPPLIER TERPERCAYA DAN BERKUALITAS
Bagaimana caranya agar mendapatkan supplier yang klop? Ini paling gak mudah apalagi jika kamu baru mau memulai jualan. Aku sendiri sampai beberapa kali ganti supplier karena merasa kurang puas, sampai akhirnya menemukan su Kipplier yang cocok dengan jenis usaha dan target pasar, dengan cara kita harus mencobanya sendiri terlebih dahulu. Menjadi konsumen, review pribadi. Perhatikan cara iklan dan nilai ulasan kepuasan pelanggannya, itu sangat penting untuk menjadi pertimbangan kita.

Tau gak awal aku menyukai jualan? Itu karena menyukai produknya, juga karena harganya yang sesuai dengan target pasar. 

Memposisikan diri kita sebagai konsumen. Kalo aku merasa barangnya bagus insyaallah tidak mengecewakan konsumen aku berani memasarkanya atau menjualnya. 😊

SOSIAL MEDIA MARKETING 
Manfaatkan sosial media untuk memasarkan produk agar bisa menjangkau konsumen lebih luas lagi. Rugi banget kalo sebagai marketer, reseller, atau agen tidak memanfaatkan pembuatan konten di media sosial untuk membuat branding dan melakukan promosi. Ada banyak kelebihan dan kemudahan dari media sosial sebagai wadah promosi. Kita bisa memanfaatkan media sosial untuk branding dan promosi atau iklan. Iklan dan promosi bisa kita lakukan dengan cara memakai jasa endorsement, give away, ads berbayar, dan masih banyak lagi.

Berani Beriklan!

Kamu juga harus berani beriklan. Sama halnya seperti jualan offline. Poinya ada pada bagaimana caranya agar tokomu itu bisa dilihat banyak orang. Dan memancing calon pembeli agar mau masuk melihat-lihat barang yang ada di tokomu. Semakin sering dilihat, peluang laku menjadi lebih besar. Sama seperti halnya pasar. Di dalam dunia internet jangan ragu mengeluarkan modal untuk beriklan, ya. Semakin viral semakin bagus, itu berarti online shopmu sudah memiliki branding.

Beriklan bisa dengan membayar lewat ads dari platform media sosial yang sudah disediakan. Atau mau yang free? Coba saja tawarkan lewat grup jual-beli, namun sayang kalo yang free terbatas ya beda sama yang berbayar. Atau jika memiliki modal lebih kamu bisa menggunakan jasa endorse selebgram, agar online shop kamu lebih dikenal di masyarakat dan menjangkau lebih luas lagi konsumen.

BUAT BRANDING!
Branding itu penting pake banget!
Kenapa?

"Karena branding merupakan pencitraan atau khas sebuah produk agar dapat menarik dan melekat di benak konsumen"

Menarik ✔️

Diingat ✔️

Contoh, di luar sana banyak online shop yang setarget market dengan tokomu (target pasarnya sama) barang yang dijual tidak jauh beda. Kalo online shop tidak memiliki branding akan kesulitan mempunyai penggemar atau pelanggan, dianggap sama saja dengan online shop lainya. 

Sekalipun yang dijual produk bagus akan kalah dengan online shop yang sudah memiliki "nama" apalagi jika strategi marketing nya kurang bagus. Nah, branding itu masuknya ke strategi marketing. 

Kamu bisa membuat branding lewat media sosial agar selalu diingat konsumen. Seperti pemilihan unik nama toko online/produkmu, logo yang unik, kemasan yang menarik, brand ambasador yang memiliki enggament yang bagus. Pokoknya tonjolkan kelebihan yang membuatnya beda dan mudah diingat konsumen.

Sebelum melakukan promo atau iklan kamu harus sudah menyiapkan website toko online mu sendiri. Jadi begitu mereka mengklik iklan atau link, langsung di arahkan ke website toko online kamu.

MEMILIKI WEBSITE

• Organisir Daftar Jualanmu, Buat Katalog Sendiri

Dengan memiliki website kamu bisa mendisain etalase toko online mu sendiri, seperti membuat katalog produk yang kamu jual berserta spesifikasi, harga, kemudian atur stock. Hal ini memungkinkan calon pembeli untuk berlama-lama mengunjungi online shopmu dan melakukan transaksi.

Konsumen dapat mengakses online shop kamu selama 24 jam, artinya kamu memiliki kesempatan untuk memperluas target pasar dan marketing secara optimal. Hal ini memungkinkan untuk pelanggan membeli produk dari laman websitemu. Selain itu mempermudah pelanggan untuk mendapatkan informasi terbaru tentang layanan yang ada. Seperti diskon, promo, potongan harga, produk terbaru, testimoni, chat admin, form FO dan invoice.

• Peluang muncul di mesin pencarian

Google merupakan mesin pencari yang paling banyak digunakan saat ini. Maka dari itu dengan memiliki website toko online peluang muncul di mesin pencarian lebih besar. Kamu bisa memaksimalkannya dengan ads berbayar atau mau belajar menempatkan judul produk yang friendly SEO ya!

Website itu ibarat toko virtualnya online shop kita. Apalagi jika bisnis online shop kamu sudah mulai ramai. Website menjadi faktor penting dalam keberhasilan bisnis online karena memiliki banyak manfaat.

Website juga bisa menjadi penghubung para marketer atau reseller untuk menjual kembali barang yang kamu jual. Terlebih jika online shop kamu sudah tingkat agen atau distributor.

Dari beberapa brand yang aku pegang, setiap melakukan cek out kita sebagai reseller harus melakukan transaksi di website resmi sebuah brand. Dari sana kita bisa cek stok ketersediaan, spesifikasi, harga, pelayanan admin, secara mudah, cepat dan praktis. 

Website juga berguna untuk menjangkau lebih luas lagi online shopmu bahkan sampai ke luar negeri. Go digital go internasional. Kamu belum memiliki website dan ingin memulai membuat website? Kamu bisa mempelajari cara mudah membuat website dan mengoptimalkannya, loh! 

Yuk go digitalkan bisnis mu, Mudahnya Bikin Website di Rumahweb

Mulai Startup dengan produk Hosting- VPS rumahweb

Sebelum memiliki website, tentukan nama yang sekiranya hoki (unik) dan relevan untuk bisnis online shopmu. Nama website atau domain menjadi alamat menuju online shop yang akan mengarahkan calon pembeli ke online shop (web hosting). Berikut Top Level Domain (TLD) dan penggunaanya:

.com untuk komersial
.co.id untuk bisnis resmi
.edu untuk pendidikan dan penelitian
.mil untuk militer
.gov untuk pemerintahan (non militer)
.ac.id untuk akademik
.net untuk layanan bantu untuk network
.org untuk organisasi lain
.id untuk Domain Negara Indonesia

Kamu bisa memilihkan nama domain yang keren sesuai branding online shop kamu, kemudian daftarkan nama domain dan ide bisnis yang sesuai. Kamu bisa memilih akhiran .com , .id atau .co.id biar lebih identik dengan Indonesia, hehe😊

Dengan memiliki bisnis yang terintegrasi dengan website, calon konsumen dapat mengakses toko onlinemu selama 24 jam penuh. Jadi jangan sampai website mu memiliki kendala. Pilih hosting terbaik dari penyedia layanan server yang sudah terpercaya seperti paket Cloud Hosting di rumahweb.

"Gak mau kan, calon konsumenmu, keburu close tab saat berkunjung ke website mu dikarenakan loading, atau eror sistem?"

Kenapa Membeli Hosting di Rumahweb?

Alasan aku merekomendasikan Rumahweb, pertama, aku tau domain murah disini dari blogger mas sugeng. Karena aku juga belajar ngeblog dari tutorialnya mas Sugeng, itu waktu tahun 2016. Sayangnya yang kita bahas kali ini bukan tentang membuat blog, wkwkwk. 

Tapi poin yang berkesan itu saat masuk ke websitenya Rumahweb, homenya sangat simple mudah untuk dipahami pemula dari banyak server penyedia layanan website, Rumahweb paling mudah dipahami, dan fitur layanan juga menurutku sudah mewakilkan pertanyaan kalian yang baru memulai dunia perwebsitean 🤭🤣

Apalagi rumahweb ini sudah mulai berdiri sejak tahun 2002 loh, itu berarti sudah 20 tahun. Memiliki kredibilitas karena berdiri sudah lama sejak tahun 2002, bekerja sama dengan Google Cloud Partner, Alibaba Cloud Partner, cPanel NOC Partner, Litespeed Hosting Partner, sudah ICANN Accredited Registrar.

Ada banyak layanan di Rumahweb, seperti domain TLD, pembuatan website, layanan Hosting Unlimited, Cloud Hosting dan masih banyak lagi.

Untuk bisnis online shop agar lebih maksimal sebaiknya gunakan hosting unlimited di Rumahweb, ya!

Buat kamu yang masih gaptek bisa menggunakan website builder karena mudah digunakan atau bisa juga wordpress.

Rumahweb men-share tutorialnya, kok. Silahkan simak dan klik link videonya ya 

"Cara Membuat Website Toko Online Menggunakan Woocommerce"


MIMPI INGIN MENJADI AGEN DISTRIBUTOR ONLINE SHOP SAMPAI PUNYA BRAND SENDIRI

Banyak banget brand yang aku sukai selain dari produk yang dijual, cara marketingnya dapet, seni pemotretan keren, namanya sudah memiliki branding dan dikenal banyak orang, dukung dengan sistem website yang memudahkan pembeli ataupun reseller. Membuatku ingin bisa sampai sukses seperti mereka.

Dengan go digital sebenarnya membuat semua mudah, berutung hidup dijaman digital seperti sekarang ini tinggal bagaimana kitanya. Memilih jadi konsumen 'hanya konsumen' atau mencoba jadi produsen atau benar-benar produsen?

Suka dukanya, dari berjualan onlie aku belajar,

1. Bersikap ramah bagaimana pun kondisinya (PHP, komplain, dll)
2. Mendoakan kebaikan untuk orang lain
3. Menjaga silahturahmi
4. Belajar memperhatikan kualitas dan kepuasaan pelanggan
5. Saling membatu
6. Belajar bahwa rezeki itu Allah yg atur
7. Belajar untuk amanah

Sekarang, kalo ditanya apa cita-citaku sama seperti orangtuaku ingin jadi pedagang sembako??

Aku pilih setiap yang aku kerjakan bermanfaat untuk orang lain ajaah, hehe.

Doain yaa ❤️

_____________________________________________

Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba blog rumahweb " Mudahnya Berbisnis Online" 


Selasa, 10 Mei 2022

Liburan Sudah Berakhir

Sebentar lagi liburan berakhir. Kembali ke rutinitas seperti biasanya, yaitu menghadapi kenyataan.

Liburan lebaran aku gak kemana-mana. Cuma ke rumah saudara tua aja, qodarullah memang aku orang Bekasi jadi gak punya kampung. Karena tahun ini giliran suami balik kampung ke tempat istri pertamanya di Cianjur. 

Sempat berpikir mau liburan tapi kayanya bakalan berujung dengan kerempongan dan kelelahan, uang jadi cepet habis juga. Bukanya healing malah puyeng wkwkw.. 

Bukanya pelit tapi kalo keadaan gak mendukung sebaiknya memang jangan dipaksain sih.

Jam 09:30

Anak toodller dan bayi sudah makan, mandi, lanjut bobo lagi. Tinggal yang sulung pagi-pagi udah meluncur main. Biasanya balik Dzuhur minta makan. Aku yang biasanya lagsung ikut tidur bareng anak harus mulai opening dagangan lagi. Lumayan lah seminggu lebih cuti lebaran buat merehatkan fisik yang lelah. Tapi tidak dengan kasus "salah harga" yang pernah aku tulis sebelumnya. Kepikiran terus buat cari tombokanya 😥

Posting iklan, jualan lagi. Lanjut bebenah rumah, mandi, siapin makan buat nanti siang. Buat konsep strategi marketing lagi, rencananya mau buat ig khusus jualan pakaian syar'i, sisanya pemasaran masih anteng di WA. Next rombak telegram. Nulis blog buat lomba, karena lagi berharap banget menang, pengen ganti motor dan hape. Cuma kalo diharapin seringnya suka kalah. 🤣

Baru bisa tenang bobo siang keknya...

Tapi kalo pun gak ada waktunya, setidaknya sudah kenyang bobo siang waktu liburan lebaran.

Alhamdulillah, hari ini ada 5 yang nanya-nanya satunya closingan 🥰

Padahal aku baru saja belajar strategi marketing poin 'a customer' . Biasanya kalo lagi rempong asal share aja jualan males mikir bikin caption yang penting konsisten tiap hari ngiklan, sekarang iseng ah, dicaptionin. Caption yang seakan akan aku ini calon pembeli, jadi bisa mewakili pertanyaan calon pembeli terhadap animo prodak.

Entar aja ya bahas tentang apa itu a customer, soalnya ini nulis bukan lagi tema jualan, tapi curhat 🤣

Cuaca semakin sore nih, udah gak sabar menanti mas suami datang. Antara kesal yang terpendam pengen dikeluarin karena belum dapat kesempatan liburan yang jauh sedang suami udah sering banget jalan-jalan ke luar kota. Kadang sama temen kerjanya urus kerjaan, terus berapa kali sama istri pertamanya, qodarullah memang sikon belakangan ini sedang tidak mendukung saat hamil tua kemarin ditambah urus anak usia toodller. 

Membayangkan rencana, kira -kira pelampiasan ngambeknya bagusnya seperti apa ya? Jangan dikasih masuk rumah kah? Cuekin jangan ajak ngobrol??  tapi sebenarnya kangen juga dan gak sampai hati begitu. Paling realitanya aku luluh lagi pas ketemu orangnya, wkwkwk ..

Apalagi dia bakalan bawa oleh oleh, dan bantuin pekerjaan rumah 🥰

Sampai rumah, dengan senyum sumringah anak-anak penuh kegembiraan menyambut bapaknya. Disitu aku gak jadi marahnya haha..

Ada yang sama gak sih suka kaya begini ? 

Dan itu sudah cukup buatku, yang sebenarnya memang ngambek ku ini gak jelas akibat gabut kelamaan 🤣

***

Besoknya,

Belakangan ini cuaca Bekasi sangat terik, masyallah panasnya padahal udah mandi berkali-kali. Mau jalan keluar beli Diapers asa males pisan. Tapi sekalian ngajak jalan sore pak suami mumpung disini kan. Bada asar, Jadilah kita mampir ke tempat wisata yang deket kampung sini. Disana lagi rame - ramenya, maklum Minggu di puncak liburan mau berakhir. 

Ada beberapa lomba panjat pinang dan ternyata ada anakku si sulung disitu lagi berenang di kali nya 🤣 ampun dah.. manaan item banget siang2 gini dan ternyata sebelum berenang di kali si sulung udah ikut lomba panjat pinang sama temen2nya. 

Sulung semenjak tingg di kabupaten jadi bilang banget. Tapi aku seneng dunia anak2nya terpenuhi lewat outdoor ketimbang main game online terus.  Sayangnya tahun ajaran baru kami mau pindah again 😭 

Kasian sulung kalo harus memulai adaptasi lagi 😥

Next insyaallah aku ceritain rasanya tinggal di kampung yaa.

Sekarang mau bobok dulu, abis banyak kerjaan....


Jumat, 06 Mei 2022

Introvert

H+5 lebaran

Hari ini adalah yang paling ku nantikan, karena suamiku pulang dari Cianjur. Tahun ini ia mudik ke kampung istri pertamanya. Meskipun ada sedikit perasaan marah padanya karena merasa 'ia enak' masih bisa jalan-jalan keluar kota beberapa bulan ini ditambah liburan. Me?? Dari hamil sampai nifas selesai belum mencicipi healing juga. Manaan punggung sakit kalo dibawa naik motor juga sambil gendong bayi. Ya, memang bukan salah siapa-siapa sih, memang belum waktunya aja aku buat healing jalan-jalan. 😥

Rasanya sudah tidak sabar untuk bertemu. Untuk sekedar membagi tugas rumah dan anak-anak yang gantian butuh dihandle, juga dirinya sebagai teman curhat, teman jalan untar anter.

Lebaran tahun ini aku tidak kemana-mana. Di hari H hanya silaturahmi ke tempat kakak, setelah itu balik lagi, sampai sekarang tok di rumah saja dengan anak-anak. Karena aku asli Bekasi jadi aku gak mudik, gak punya kampung.

Jenuh? 

Banget. Apalagi lihat medsos yang isinya liburan semua. Terus mau kemana-mana ga ada yang anter. Lagi pengen banget jajan mpek-mpek atau jjs.

Tentu saja kesepian dan kecapean.

Main ke rumah tetangga pun rasanya malas. Sekedar jalan kaki untuk beli pop ice dan maklor, melihat tetangga berkumpul dan mengobrol pun rasanya tidak tertarik. Apalagi kalo topik obrolanya artis. Huuekkk

Mungkin ini yang sering dibilang orang, seorang introvert mudah stres...

***

Sewaktu remaja aku lebih suka main ke mall sendirian. Maksudnya tanpa geng gitu. Paling kurang nyaman beramai-ramai. Terkesan rempong, riweuh, aku gak suka hal yang heboh. Nanti diantara temen-temenku ada aja yang centil caper heboh, kemana-mana harus satu arah. Misal yang lain pengen ke area bioskop mejeng, atau ke food court, tapi aku lebih suka nangkring di toko buku dan baca buku yang segelnya udah kebuka. Aku bisa anteng di toko buku berjam-jam lamanya. Tapi kalo pergi beramai-ramai ke mall hal itu gak mungkin aku lakuin karena tidak enak dengan teman. 

Atau minimal pergi dengan teman yang sama sepertiku. Sama-sama ke satu tujuan kemudian kami anteng disitu masing-masing. Yaps, ke mall dengan kakak perempuan ku yang jarak usia kami tidak sampai 2 tahun adalah paling nyaman. Bisa jadi diri sendiri. Tidak harus berpura-pura so seru jika harus jalan bersama dengan teman-teman. Aku dan kakak sama-sama introvert.


Introvert Dalam Pergaulan Sosial Versi ku

Para ibu-ibu berkumpul untuk sekedar bercerita, sharing, curhat dan apa lagi kalo bukan gibah atau senggol dikit aib sendiri. 😅

Sejujurnya aku paling malas ikut berbicara. Awalnya aku minder dengan diriku sendiri yang terkesan "tidak asyik" jika berkumpul dengan banyak teman. Atau merasa takut di cap sombong karena gak pernah mau ikut nimbrung dalam pembicaraan. Aslinya kalo gak maksain buat ikut terlibat dalam pembicaraan yang aku anggap gak tertarik 👉 diam saja, cengar-cengir aja kalo ada yang ngelucu, atau memisahkan diri dari kelompok dan lebih fokus dengan hal lain sendirian.

Bukan, bukan kuper atau anti sosial ..

Seperti energi yang cepat habis jika dihabiskan hanya untuk mengobrol yang aku anggap tidak penting. Aku tidak bisa ceplas ceplos, terlalu banyak yang dipikirkan sebelum memulai bicara.

Introvert lebih suka menjadi pendengar. Sebatas itu. 

Ketika terpaksa berbicara pun agar dianggap nyambung itu masih dipikirkan.

"Tadi gue salah ngomong gak ya?" Atau " harusnya gue gak ngomong begitu" 

Tapi jangan salah, bukan berarti seorang introvert itu kaku. Mereka hanya lebih bisa menempatkan diri dimana sebaiknya mereka melakukan atau tidak melakukan.

Aku pernah berdiam diri di satu tempat yang kami sama-sama introvert. Aku dan ibu penjaga warung yang juga introvert.  Hasilnya? Tidak ada yang memulai obrolan, haha. But aku suka beliau. Dia fokus berdagang dan tidak ada waktu untuk gibah atau memulai obrolan kepo 🤣

Sesekali kami berbincang cuma tidak banyak. (Aku di warungnya main jajan pop es, ngasuh anak, dan sibuk hapean karena banyak kerjaan di ponsel waktu masih aktif ngonten YouTube. Udah dimonies loh, haha)

Justru aku betah dengan sikap beliau, ketimbang orang yang melontarkan banyak pertanyaan untuk sekedar memulai obrolan. Tapi aku juga penyimak dan suka dengan orang yang mudah bergaul seperti si ekstrovert. Malahan banyak dari sahabat ku yang tipe ekstrovert. Rata-rata mereka itu humoris orangnya. 😊


Introvert dan Ibu Rumah Tangga

Ibuku ekstrovert sedang aku introvert. Ibuku tipe ibu rumah tangga yang tidak bisa hanya diam saja di dalam rumah. Ia perlu mengeluarkan kosa kata perempuanya dengan cara bergaul ke tetangga-tetangga atau orang lewat yang baru saja ia kenal. Ia mudah akrab dengan banyak orang, tapi dia akan mudah stres jika hanya di dalam rumah saja. Dia tipe yang lebih banyak berbicara orangnya.

Berbeda denganku, 

Aku lebih suka memiliki sedikit teman, tapi mereka berkualitas bagiku. Aku lebih lebih suka berdiam diri di dalam rumah dari pada keluar berkumpul dengan tetangga untuk menghabiskan waktu luangku.

Dulu sebelum jamanya internet mudah, kalo lowong aku memanfaatkan waktu untuk membaca buku, membuat kerajinan tangan, tidur atau jalan-jalan. Kalo sekarang aku manfaatkan untuk browsing, ngeblog, ngonten. Lebih suka punya peran di balik layar ketimbang jadi netizen. Pokoknya yang menghasilkan cuan 🤣

Ya kadang jenuh dan stres menghadapi anak-anak di rumah. Seorang teman yang sangat aku andalkan dan berkualitas tentunya suamiku sendiri. Aku lebih ingin ditemani kemana-mana dengannya untuk sekedar healing bahkan sampai gibah kecil. 

Hah, gibah kecil? 🤣

Meskipun suami hanya mendengar saja dan kadang menegur sih, katanya gak boleh ngomngin orang.

Tapi kan aku cuma ngomongnya sama doi aja, gak ngerumpi. Wkwkwkk

Sejak menikah, dengan sendirinya aku menutup diri dan membatasi diri dari pergaulan dan teman-teman yang dulu pernah akrab. Paling yang tersisa kakak perempuan ku lagi. Itupun sudah lebih dari cukup untukku.

Seorang introvert lebih fokus dalam satu hal jika sudah di dunianya. Biasanya jika sudah menikah dia akan fokus pada pernikahan dan rumah tangganya. Sulit di ajak reuni atau kumpul-kumpul. (Ini sih introvert ala aku sih haha)

Makanya, bagiku sosok suami amat besar pengaruhnya untuk si introvert. Kepada siapa lagi temanya selain suaminya. 

Jadi aku anti banget sama laki-laki yang gak mau terlibat sama urusan anak, bantu bebenah. Gak mau banget nikah sama laki-laki yang cuma tau cari nafkah aja tapi ga ada waktu buat keluarga meskipun duitnya bejibun.


Ada yang bilang introvert mudah stres, bahkan kebanyakan yang memiliki gangguan mental adalah seorang introvert?

Kalo ini sih aku gak bisa menilai dari keseluruhan "mereka yang introvert". Untuk healing aku lebih suka menuangkannya ke dalam tulisan. Entah diary, qoutes, blog. Atau melampiaskannya dengan fokus mengerjakan sesuatu yang dikuasainya seperti passion gitu. Fokus pada apa yang ia miliki, sukai, semua tentang pencapaian diri, dll. 

Kadang-kadang stres dikit itu wajar lah ya, semua orang juga pasti pernah merasa stres jika, 

1. Bosan gak bisa ngapa-ngapain stuck disitu, (berlaku untuk semua orang yang tidak bisa healing dengan caranya sendiri)

2. Realita ternyata jauh berbeda dengan ekspektasi

Aku yang introvert ini lebih bisa bermesraan mengadu hanya dengan "tuhan" yang tahu saat ditimpa masalah dan ujian. Aku lebih suka mendekatkan diri kepada Tuhan dari pada curhat pada orang lain, dan healing dengan silent treatment.

Terlebih dari itu aku sangat menikmati, hidup menjadi ibu rumah tangga yang introvert.

Gak tau apa itu introvert? Sok Googling!

So gimana? Apakah kamu juga seorang introvert?


Rabu, 04 Mei 2022

Kenapa Perempuan Gak Mau Disalahin

Aku diruang menyusui. Yang Terlihat : Lenyeh2
Yang sebenarnya: Lelah betis kencang karena kelamaan gendong bocil


Kasus #1

KOPI

Karena sedang tidak bahagia, aku melampiaskannya dengan makan banyak cemilan parsel termasuk berkali kali ngopi. Cuma rasa cappucino ini aku suka ngopi. Tapi kenapa pas cappucino ini habis suami ngambek. Padahal beberapa bulan yang lalu paksu sudah berhenti ngopi hitam atau tidak sesering biasanya karena penyakit lambung yang membuatnya harus minum banyak air putih.

Disitu aku merasa bersalah, sedih dan juga ngambek juga sih.

Aku ini bunsui, aku butuh asupan banyak, aku juga rentan stres. Aku butuh dukungan.

Entah campur-campur. Kalo kata laki2 kenapa perempuan mempeributkan hal yang tidak nyambung?

Itu karena kesabarannya berubah menjadi kekesalannya yang sudah lama yang ia pendam saat ada masalah yang dirasa sudah tidak cukup menampung. Keluarlah semua isi hatinya termasuk yang lalu2 yang akan disambung-sambungkan.

Kaya kasus kopi barusan.. 

Tapi kesedihan ini bukan hanya kopi, ditambah pakaian harian yang tidak dibelikan,karena pakaian lama sudah banyak yang usang. permintaan jalan-jalan yang tidak dikabulkan, secara mengurus anak di rumah saja itu membuat istri stres ditambah lagi istri sambil mencari uang sambilan. Dan masih banyak lagi yang tidak bisa diterima untuk menjadikan alasan bahwa istri bersalah, termasuk hormonnya yang naik turun. Termasuk karena kopi aku di jutekin. Akutu gak bisa diginiin tau.


Kasus #2

COMBERAN MAMPET

Beberapa hari ini suasana dalem rumah gak enak banget. Itu pembuangan westafrl cuci piring jadi bau comberan. Karena musim penghujan pembuangan air sering banjir dan menyebabkan mampet. Sampai tau gak, baunya ke cium di paralon pembuangan westafel cuci piring di dapur. Ditambah lagi saluran penghubunganya bocor jadilah sementara aku tidak bisa menggunakan westafel untuk mencuci piring. Oke ini berhasil membuat aku dua kali kerja dalam tugas mencuci piring.

Paksu dan tetangga sini sudah menghubungi yang punya kontrakan untuk memperbaiki saluran pembuangan air. Tapi pas di cek ternyata banyaknya sampah nasi. 

Syoknya pak haji yang punya kontrakan menegur ku karena disangka paling bersalah soal pembuangan sampah nasi. 

Langsung deh aku kena mental. 

Helow memangnya yang ngontrak cuma me aja? Kan banyak penduduk sini yang ngontrak. Kenapa just me yang kena tegur? 

Disitu aku merasa gak mau disalahkan. Bayangkan saja dari pertama pindah kesini akutuh mengalami hamil muda yang ngidamnya itu bikin mood jadi hararese. Hamil sambil urus anak balita satu tahun dan kakaknya yang sekolah online. Belum lagi sehari itu bisa 3x bolak balik ke pondok buat ambil nasi dan lauk pauk. Bawa2 anak loh sampai hamil 7 bulan. Pokoknya gak enak rasanya. Boro2 menjaga rumah agar selalu tampak resik yang ada sudah bersih sapu pel dan juga waras banyak istirahat itu sudah cukup.

Sampah tak alung-alung gak sampai goal ke gentongnya karena kalo keluar pintu harus hijaban dulu. Berharap suami atau si sulung aja yang rapihin sampah. Tapi kalo sempat aku rapihin. Aku ini resik loh kalo urusan rumah, cuma ya itu saja qodarullah karena kesundulan. 

Jadi pas nyuci piring pun sisa nasi sering dibuang langsung ke saluran atau comberan. Nasi kan bukan pelastik mudah hancur yang udah-udah pun Alhamdulillah tidak mengalami mampet. Kecuali ada lauk padat seperti daging, kentang, dll yang aku sendiri bisa mengira-ngira benda itu bikin mampet apa enggak. Intinya mereka tuh gak ngerti posisi aku dan apa yang aku alami.

Bukan sekedar keliatan males tapi saat nyuci piring ada kerempongan urus bocil yang ngacak2 makanannya, yang tiba2 efek saat makan, atau rek jatuh kelantai, atau harus segera dicebok. Ada anak kecil yang kalo ditinggal lama2 nyuci piring hawatir keluar ke jalan raya, atau menangis menjerit-jerit saat ditinggal nyuci piring. Loh bener anakku itu selalu nangis kalo hilang perhatian saat emaknya sibuk nyuci piring jadi ngebut deh.

Jadi pak haji yang istrinya wanita karier dan urusan rumah ada yang bantuin ART nya gak merasakan hal ini. 

Intinya akutuh gak bisa diginiin..

Pak haji gak ngerti perasaan emak2 rempong!


Kasus #3

KEHUJANAN

Jadi kemarin tuh aku rencananya mau nerapin silent treatment pas suami balik ke rumah. Aku tuh stres di rumah terus, ngurus anak-anak, gak pernah keluar lagi di rumah terus butuh refreshing, setelah sibuk kerja sambilan jualan online ngadepin berbagai macam customer dan kendala lainya, belum lagi urusan kelurahan besar yang ada aja masalahnya. Dan disaat seperti itu suami seakan menolak untuk pergi-pergi an. Biasa lelaki kan berpikir dominan otak kalo cewek perasaan. Otaknya bilang, pergi-pergi an saat itu tidak didukung cuaca.

Tapi aku terus merajuk bahkan maksain pergi keluar buat beli baju lebaran anak-anak yang jaraknya itu jauh banget sekitar satu jam lebih dari tempat tinggal kami. 

Aku hanya ingin keluar jalan-jalan kok..

Tapi akhirnya kita kehujanan, sampai lokasi bajunya jelek semua, ujungnya-ujungnya gak beli. Setelah melewati mendung, angin, ketar ketir, dag dig dug, kami memutuskan untuk buka puasa di luar. Dapetlah menu yang aku banget. Sate kambing plus sop kambing. Tapi sayang emak-emak kaya aku ini susah makanya. Sibuk nyusuin bayi, nyiapin anak toodller, makan sendiri kesulitan. Pdahal udah laper banget, hiks. Mau gak mau nunggu suami makan sampai habis dulu baru gantian handle anak.

Pas lagi makan lahap-lahapnya, sambil bujuk anak yg toodller biar mau makan banyak, si sulung segala pake nyomot sate emaknya dan bilang "ini aku abisin aja ya mah" disitu emosiku mulai naik. Melotot dan marah-marahin dia. Mood sudah mulai down.

Selesai makan, hujan belum berhenti juga. Yahya sudah mulai rewel dan mengantuk.

Suami menyuruh balik menggunakan grabcar. Karena satu motor bawa anak yang mengantuk, gerimis pula hawatir gak nyaman kami dijalan. Kasian suami juga. Kita tunggulah si driver.

Cukup lama nunggu driver dijam-jam seperti ini, 

Eh pas datang, dapet driver yang suka banget ngomong. 

Aku, bayi, toodller dan sulung naik grabcar. Suami bawa motor di belakang mobil kami. Sambil kerempongan mengatur anak-anak. Sempet2nya supir ngajak ngobrol.

Udah capek akutuh juga males ngeladenin orang ngomong.

Sampe rumah suami bilang..

Capek kan????

Baju gak dapet tapi pengeluaran sudah habis sekian...

Emangnya salah, aku cuma pengen healing 😭

Tapi sikon gak mendukung kan bukan salah aku.

Besoknya kita cari baju ke mall Metland Cileungsi. Panas-panas dari jam 10 sampai jam 2 siang! Suami lagi puasa pula.

Syukron suamiku, jazakumullah Khoiron 🥰


Curhat, Toxic dan introvert


Hari ini mamahku baru sempat menginap. Sudah 2 bulan lamanya tidak mengunjungiku. Waktu menjelang melahirkan sampai nifas mamah belum sempat menengokku. Dia baru saja menikah lagi tepat saat aku melahirkan cucunya. Tapi dia lebih memilih bersama dan menuruti suami barunya untuk tidak menginap disini dan tentunya asik berjalan-jalan. Finally kini datang dengan membawa cerita masalah lagi dengan suami barunya.

Oh, ya tuhan. Kenapa Ibuku berbeda...

Betapa aku ingat ketika aku kecil, bukan dongeng sebagai pengantar tidur. Tapi aku harus mendengarkan curhatanya tentang kebencian dari setiap ujian kehidupan. Orang-orang yang jahat kepadanya, keadaan yang tidak sesuai harapannya, terus saja diulang setiap harinya.

Saat itu aku selalu setia mendengarkannya, meskipun seringnya membuatku jadi susah tidur. Tapi tidak dengan kakak perempuan ku dia pernah marah kepada mamah untuk tidak menjelek-jelekan bapak. Dulu aku pikir kakakku bukan tipe pendengar yang baik, ia lebih jutek karakternya. Tapi kini saat aku sudah dewasa dan menjadi istri juga ibu. Menceritakan hal-hal buruk tentang orang lain, keadaan yang tidak sesuai harapan, lalu mentransfer nya ke anak, itu tidaklah baik. Sungguh bukan sesuatu yang bijak.


***

Selama masa nifas...

Alhamdulillah, pasca melahirkan perhatian suami jadi berkali lipat. Setidaknya bisa menjadi ketentraman hati saat kecewa mamah tidak datang untuk menengok cucunya.

Suami juga menjadi lebih peka dan ikut handle mengurus anak-anak.

Sempet juga sih baby blues, banyak sedih dan menangis terus. Karena kecapean dan banyak pikiran.

But, hari yang seharunya penuh rindu berakhir menyebalkan juga seperti biasanya.


Mah, stop. Aku tidak ingin mendengar curhatan toxic.


Kenapa hidup serasa banyak masalah terus, setiap hari setiap waktu yang diceritakan masalah, masalah, masalah terus. Di tambah dengan gibah, kebencian, berburuk sangka, yang diulang terus berulang kali. 


Aku benci mendengarnya.


Aku tidak ingin mau tau dengan masalah orang. Bukan berarti aku jahat tapi emangnya kita udah tau kejadian yang sebenarnya?? Terus bagaimana perasaan real orang yang mengalaminya?

Kita kan gak pernah tau??

Lagi pula yang sudah terjadi itu qodarullah. Kenapa tidak mengambil hikmah?

Dan diantara saudara kandungku ada yang ikut terpengaruh hasil dari toxic curhatan mamah. Itu mengapa membuat aku tidak suka, karena efeknya melemahkan mental dan banyak lagi yang membuatku mengasihani keluarga besar ku, sekaligus membuatku tidak percaya.

Buat kamu yang suka curhat. Jangan, jangan jadikan curhatanmu itu untuk mencari pendukung atas orang yang kamu salahkan dibalik masalah mu.

Akupun punya masalah dan kehidupan sendiri. Energiku habis kalo dipake hanya untuk mengurusi orang. 

Semua yang terjadipun sudah qodarullah..

Kenapa tidak fokus saja dengan solusi, perbaikan, intropeksi, ambil pelajaran yang didapat.

Mungkin wajar, sesekali kita butuh di dengarkan. Tapiiiiiii, hanya sebatas butuh motivasi, butuh dihibur, butuh dipeluk.

Bukan, dicari siapa yang bersalah. Terus nyalah-nyalahin orang. Bukanya aku tidak pro. Itu hanya membuatmu tidak berkembang dan tidak bersyukur.

***

Ada rasa syukur saat mamah kembali kesini, membantuku mengurus anak-anak. Ku tawarkan kebaikanku sebagai bakti kepadanya. Tapi aku sudah tegaskan aku tidak ingin mendengar,

1. Masalah yang sudah pernah diceritakan, diceritakan berulang kali

2. Ketidak bersyukurlah dengan menceritakan terus kekurangan/kesalahan orang lain

3. Menebak-nebak siapa sosok dibalik masalah

4. Keputusanya yang tidak sesuai harapan

5. Penyesalan!!!!!!!

6. Peluang mengumbar aib orang lain


Itu curhatan yang toxic banget..

Aku juga tidak mau nasihatku menjadi debat yang rentan menjadikanku durhaka atau perang argument.

Aku hanya ingin ketentraman, hidupku dan dengan segala kekurangan dan kelebihannya yang tidak pernah aku ceritakan padanya. Sungguh aku sangat bahagia, lebih dari cukup.

Tapi malam ini berhasil membuat mood drop. 

Tau gak introvert kalo diginiin? Energinya banyak terkuras bikin dia cepet sakit, padahal bukan masalah dia.

Bagi aku tuh introvert bukanya mudah stres karena kesulitan berkomunikasi atau bersosialisasi karena tidak bisa menumpahkan uneg-unegnya. Salah besar. Introvert aku tuh, lebih fokus sama dirinya sendiri. Gak mau capek-capek ngurusin, masalah orang lain. Bukanya gak peduli. Tapi lebih berpikir cara menempatkan diri. Apa yang baik dan mana yang tidak dilakukan.

Terlalu banyak bicara juga buang energi. Biasanya introvert kalo butuh healing menyalurkannya dengan hobi yang ia tekuni.

Gak tau dah intovert orang lain mah..

Aku sendiri lebih suka curhat lewat tulisan Ketimbang sama orang. 


Jadi stop curhat curhatan toxic...


Senin, 25 April 2022

Mencoba Tanpa Medsos dan Internet

 


Malam ini aku melihat senyum dan ocehannya untuk yang pertama kalinya. Tidak terasa bayiku anak ketiga ku, usianya sudah hampir 2 bulan. Kemampuan meresponnya sudah berkembang. Ku lihat anakku yang lainya, si sulung yang tengah bercanda dengan adiknya si nomer dua. Kadang rengekan, teriakan, membuat isi rumah ribut, berisik. Membuatku seperti wasit yang harus mengatur jalannya permainan. 

Sudah dua hari ini ponselku offline. Aku tidak cukup money untuk membeli Kouta. Karena sisa uang pribadiku, ku habiskan semua untuk membeli token listrik yang sudah tinut tinut. Plusnya kehabisan data internet bisa ku manfaatkan untuk istirahat sejenak dari dunia medsos dan segala yang terhubung dengan internet.

Beberapa hari yang lalu sebelum rehat dari signal offline, hati dan pikiranku sedang tidak waras. Berkali kali pun aku pernah melakukan kekerasan verbal ke si sulung dan mencubit anak keduaku. Diri ini sedang sangat lelah luar dalem, sangat lelah. Seakan butuh healing, namun sikon belum mendukung. 😢

Dan aku harus sabar lagi.


Aku merasa hoopless 

Aku butuh silent treatment

Dan juga istirahat dari dunia sosmed dan jualan online.

Alhamdulillah dari kemarin, waktuku terasa lebih banyak menemani anak-anak. Terutama si kakak nomer dua. Ia berhasil puasa YouTube 2 hari ini. Aku mengalihkan dunianya dengan mengajaknya main dan berinteraksi langsung. ini juga tidak biasanya, Yahya sulit diarahkan kalo sedang tantrum rebutan ASI. Tapi, screen time masih, karena kami tidak pernah memakai televisi. Hanya sekedar menonton videonya sendiri yang diputar berulang kali, membuatnya terhibur. 

Akupun sudah mulai terbiasa menghadapi bentrok mengasihi, begitupula Yahya. Meskipun ada sedikit-dikit tantrumnya lagi. Tapi tidak separah saat pertama muncul kehadiran adik barunya.

Kalo sedang kena mental, aku selalu berdoa kepada Allah agar dimudahkan menghadapi pengasuhan ini. 


Sebelum internet offline, beberapa supplier ku sudah mengambil libur duluan. Sudah 2 hari pula dagangan online ku mulai sepi pembeli. Ini karena sebagian agen supplier ku sudah start cuti lebaran. Status jualankupun tidak sebanyak biasanya. Sedikit variasi. Mungkin sudah banyak orang yang telah memiliki pakaian untuk lebaran. Kirim paket di seminggu mines lebaran tidak menjamin barang sampai sebelum lebaran. Akupun tidak berani menjanjikan kepada customer dengan harapan sebelum lebaran barang sampai. Ekspedisi overload.

Alhamdulillah ala kulihal, setidaknya aku sudah banyak meraup untuk bulan ini. Sepertinya sudah satu juta lebih. Nilai yang tidak sedikit buat ku yang hanya bekerja di rumah dibarengi ngurus anak-anak. 

Selama 2 hari offline dari medsos atau wa, tidak membuat hati ku deg-degan. Pikiranku sedikit lebih enteng dan relax. Lebih fokus dan tidak berekspektasi terlalu tinggi atau Mikir ngalir ngidul kalo lihat posting an org lain.


Tidak membandingi kemampuanku dengan pencapaian orang lain yang terlihat sempurna.


Tidak membandingkan kehidupanku dengan mereka yang 'terlihat' selangkah lebih maju daripadaku


Tidak pusing dengan hot news, berita yang sedang viral dan ikut ikutan mikirin.


Tidak merasa bersalah dan emosi terpendam kepada customer, apabila barangnya belum ready, barangnya belum sampai juga.


Atau merasa diPHPin dengan barang yang diorder malah sold stock, totalin tapi belum bayar atau kepending nungguin TF an. Atau problema lainya di Dunia perdagangan.


Sudah lama aku ingin refreshing. Qodarullah lagi-lagi belum terlaksana. dari aku yang kecapekan parah waktu hamil, si Yahya sering sakit, membuat ku semakin banyak menghabiskan waktu di rumah saja sampai sekarang. Padahal masa nifas sudah habis.

Tapi mau healing ke luarpun butuh biaya. Dan harus siap capek lagi, karena bawa gerombolan bocil.

Healing di luar butuh biaya, hawatir balik dari healing malah stres karena ngabisin duit dan tenaga dan harus kerja rodi lagi sampai butuh healing lagi. Kapan habisnya? Kalo siklus begitu terus??


Mungkin aku butuh rehat. Bukan, bukan berhenti. Cuma rehat sejenak, jangan. Jangan putar balik. Hanya rehat sejenak. Untuk hati yang sedih, pikiran yang lelah. 


H-10 lebaran..


Hari-hari menjelang Lailatul Qadar. Healing kali ini harus perbanyak komunikasi dengan Allah. Istirahat dengan cara mengalihkan kesibukan dengan memperbanyak amal Soleh. Inilah healing yang sesungguhnya.


Libur dari dunia internet meskipun hanya beberapa hari ternyata membuat aku bisa bernafas lega dan membantu menjernihkan pikiran.



Mengawali Bisnis Online Bersama JNE

Sudah setahun lebih saya mulai ngoyo jualan online. Entah apa sebabnya, mungkin karena setiap tahunnya bertambah anak yang membuat saya sema...