Hari ini chat menumpuk, banyak calon customer yang cari pakaian untuk lebaran. Sama seperti beberapa hari sebelumnya, aku harus melayani beberapa customer. Aku buru-buru menidurkan kedua anakku yang bayi dan toodller. Lagi-lagi waktu tidur siang hari ini diganti dengan melayani pembeli secara online. Sudah beberapa hari ini aku melewati jam tidur siang yang seharusnya penting sekali untuk menjaga kewarasan emak-emak. Karena selain jualan online aku mengerjakan beberapa pekerjaan lainnya. Mengurus ketiga anak usia SD, toodller dan bayi baru lahir. Bahkan ada yang pernah bilang,
"kok bisa?" "Kok sempat?"
Kalo dibilang bisa ya gak bisa, kalo dikata sempat, ya gak sempat. Aslinya aku ini gak bisa multitasking karena itu akan membuatku stres (dulu sering sih😆). Ada beberapa yang aku tekuni sisanya aku pending.
Pernah suatu hari dan jadi pelajaran juga. Saat itu aku sedang hamil muda, mengasuh anak yang sedang fase tantrum, ditambah harus dampingi PJJ sekolah si sulung, ponsel cuma satu. Dalam waktu bersamaan aku harus mengurus anak-anak, konten YouTube yang sudah dimonites, merekrut marketer. Ketika itu orderan lagi banyak-banyaknya, ngalir terus seiring bertambahnya tim marketer. Duh, belum lagi urus diri sendiri yang sedang kepayahan dan mabok.
Qodarullah, mengalami kerugian juga karena salah rekapan, kurang teliti dalam hitungan, banyaknya orderan tidak didukung kinerja yang maksimal akhirnya keteternya rekapan invoice atau format order. Karena kecapean kurang fokus, salah hitung laba, dan masalah lainya. Ya Allah tabahkanlah 🥺
Sempat drop dan pengen udahan. Aahh jualan itu ternyata capek, belum lagi mengahadapi berbagai macam karakter calon customer. Bener-bener harus kuat mental dan kuat fisik tentunya. 😆
Sempat berpikir, 'aku butuh admin' tapi mengingat bayar gaji untuk admin saja belum mampu. Mau gak mau urus sendiri. Hitung-hitung ini adalah pembelajaran berniaga, untuk lebih teliti dan bijak lagi memenej waktu.
Minggu, 17 April
Hari ini hari Minggu. Aku memutuskan untuk tidak terlalu bekerja keras seperti hari biasanya. Mungkin hari ini aku tidak banyak men-share produk dagangan ke grup dan status wa. Hanya menerima orderan dari tim marketerku kemudian mem-forward format order dan membuat invoice secara manual, terakhir tinggal send ke customer yang kemarin ikut list order.
Hari ini juga sebenarnya adalah deadline Endorse sebuah produk. Aku harus menyiapkan sebuah photo. Bayangin satu hari aku mengerjakan rekapan penjualan, rekapan fee member marketer, rekapan FO, belum lagi melayani calon pembeli yang bertanya dan setia follow up pelanggan kemarin belum sempat transaksi, entah cancel, cuma nanya, atau barangnya sudah sold. Ngerjain semua itu real tanpa admin, tanpa admin mak, coba anda bayangkan sekali lagi! 🤣
Aku masih fase nifas loh, Alhamdulillah ala kulihal tidak kena baby blues 😆
Dengan kondisi kerempongan dirumah dan menghadapi macam-macam karakter customer, aku harus tetap ramah, sabar, berbaik sangka, dan mendoakan kemudahan untuk mereka dan diriku sendiri. Inilah yang aku pelajari, apapun kondisinya harus tetap beradab. Demi mimpi ingin bisa sampai agen distributor, demi mimpi ingin menjadi pedagang yang Allah percayai saya itu amanah, demi mimpi ingin menjadi pembisnis mamah muda, mompreneur maksudnya. 😆😂
Aamiin allahumma aamiin
Tapi kan gak semudah itukan, mak!
Di era digital ini kita harus cepat upgrade diri kalo tidak mau tertinggal, minimal paham dan bisa mendigitalisasikan seluruh proses lini bisnis, kaya urusan produksi, persediaan, pembukuan, penjualan, dan masalah lainnya bisa diselesaikan secara otomatis, cepat dan akurat. Paling penting sih, menemukan partner perangkat yang sangat membantu pekerjaan. Mengingat aku berjualan tanpa admin. Owner-nya belajar ngadminin sendiri dulu 🤣
Pernah coba buku khusus jualan online, mulai dari ceklist marketing, rekapan penjualan, pembelian, laporan laba rugi, dll. Tapi tetap saja ditulis manual, pertanyaannya bisa konsisten gak tuh, aku yang kerempongan ini menulis nulis rekapan. Pernah aku coba tetap saja keteter, maks. Aku butuh akutansi online. Pencatatan pembukuan, mulai dari rekapan penjualan-pembelian yang dilakukan secara otomatis, bahkan tanpa karyawan.
Qodarullah, Belum lama ini aku tahu ada sebuah software akuntasi online yang sedang aku kepoin. Yang katanya, Aplikasi ini dapat membantu para pembisnis, atau pedagang online skala agent dalam melakukan pembukuan, mencatat transaksi, membuat laporan keuangan, hingga memudahkan laporan pajak. Ih, bacanya aja udah bikin aku mulai tertarik. Wort it banget gak seh..
Namanya, Accrurate
MAKIN SANTAI URUS BISNIS DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI
Accurate Online sendiri adalah software akuntansi bisnis hasil karya anak bangsa yang dikembangkan oleh CPSSoft (cpssoft.com). Accurate Online adalah software akuntansi cloud yang memberikan solusi bagi UMKM & perusahaan di Indonesia.
Kalo tentang perangkat pendukung untuk UMKM aku dukung banget deh, apalagi yang buat anak bangsa. Berharap anak muda jaman sekarang tertarik sama dunia bisnis dagang. Biar gak terus menerus jadi konsumen luar negeri mulu. Bisnis itu mudah loh, kalo kita mau upgrade perkembangan jaman, apalagi di era digital ini sebenarnya sangat memudahkan untuk berkembang. Kaya sekarang aja sudah ada aplikasi bisnis seperti accurate.
Jadi kalo ingin serius menekuni dunia bisnis Go digital kamu harus cepat upgrade. Pengelolaan bisnis yang cepat dan efisien adalah salah satu cara untuk memajukan perkembangan usaha yang kamu kelola.
Untuk mendukung kemajuan usaha bisnis yang kita kelola butuh ide dan perangkat yang mendukung. Seperti accurate aplikasi akuntansi online ini. Hanya dengan menggunakan satu aplikasi, semua tentang produksi, persediaan, pembukuan, penjualan, dan masalah lainnya bisa diselesaikan secara otomatis, cepat dan akurat.
Bahkan dunia Industri di seluruh dunia pun sudah mulai menerapkan teknologi di seluruh lini bisnisnya. Untuk bisa tetap bertahan dan relevan untuk bersaing di tengah persaingan pasar yang ketat.
Lebih dari 200 laporan keuangan dan operasional dapat dilihat secara instan, kapan pun dibutuhkan, tanpa perlu menunggu karyawan menyiapkan laporan.
Hmmm, sepertinya cocok buat aku yang gak ada admin nih, atau buat saat karyawan admin libur. Owner-nya tinggal fokus aja urus rumah dan anak-anak. 🤣
Karena penasaran akhirnya aku ikut demo ya deh, free gratis mencoba 30hari. Tapi kalo mau langsung berbayar juga bisa. Harga mulai dari 200.000 rupiah kamu sudah bisa menikmati fitur yang ada di aplikasi accurate. Sangat terjangkau bukan?
Zaman sekarang gak upgrade perkembangan jaman bisa mati di tempat bisnis mu!
Di era digital seperti sekarang ini, pekerjaan bisnis pun bisa dilakukan secara online. Tidak sedikit loh, para bunda yang aktif berkecimpung di dunia online, entah itu berjualan online ataupun menjadi konten kreator. Tapi ternyata tidak semudah kelihatanya, and i feel banget.
Bunda harus pintar-pintar memenejemenn waktu, agar urusan rumah tetap terkendali. Berikut tipsnya, menurut pengalaman yang saya pelajari.
Tips Mengatur Waktu Untuk Bunda yang Aktif Berbisnis Online
Pioritaskan Kepentingan Keluarga
Bagaimanapun yang namanya pekerjaan sampingan tetap sampingan artinya jangan sampai waktu yang tadinya jualan hanya mengisi waktu senggang di rumah, atau embel-embel bekerja santai posting-posting sambil rebahan jangan sampai membuat kamu lupa dengan anak-anak. Anak-anak yang harus dikasih makan, anak-anak yang harus dicebokin, mandiin, ngajak main, butuh dielus, dipeluk dan di dengarkan. Belum saat suami pulang kerja.
Pioritaskan Kepentingan Keluarga dulu
Hal ini lebih penting dari pada pekerjaan sampingan agar semua tetap terkendali dan tidak mendapat protes dari suami 😆
Membuat To do list
Wajib membuat to do list harian agar pekerjaan lebih terorganisir. Ini juga membantu bunda agar tidak stres karena tertumpuk pekerjaan. Contohnya seperti daftar to do list versi aku nih,
✓ Bikin invoice cs
✓ TF ke Rek Supplier
✓ Promo lewat status 1x sejam, dn't forget!
✓ Kirim tugas kakak ke wali kelas
Jemur Pakean, buang sampah
Ketukang sayur bayar utang seribu
Kurangi Stalking di Media Sosial
Paling banyak menghabiskan waktu adalah stalking di medsos. Jika untuk upgrade ilmu tidak masalah ya, namun tetap harus tau batasan waktu ya, Bun. Jangan sampai niatnya cari ilmu malah stalkingin barang-barang di marketplace. Atau malah bablas jadi netizen julid yang buang-buang waktu. 😆
Saat jam kerja sampingan dimulai, offline kan semua akun media sosial. Kecuali difokuskan untuk strategi marketing atau branding.
Tetapkan Waktu Aktif dan Off Kam Kerja Online
Sama dengan to do list, disiplin waktu juga membantu bunda lebih teratur dan konsisten dalam melakukan pekerjaan satu per satu. Don't, jangan kerjaan pekerjaan sampingan saat kamu sedang berada di jam utama. Tau kan jam utama? Jam ngurus keluarga. Untuk meminimalisir kan resiko marah-marah ke anak efek kecapean karena mengerjakan beberapa bidang dalam waktu bersamaan. Multitasking itu hanya mitos, Mak. 😂
Luangkan Waktu Untuk Me Time dan We Time Bersama Keluarga
Jangan biarkan kesibukan di dunia digital membuat bunda lalai waktu dengan keluarga. Saat kerja buka smartphone ditempat yang bukan waktu main bersama anak. Saat off, simpan smartphone dan we time bersama keluarga. Atau luangkan waktu untuk sekedar menghibur diri dan mengapresiasi diri yang sudah lelah berjuang dengan me time makan makanan kesukaan. 🥰
Dan yang paling penting adalah turunkan ekspetasi terlalu tinggi..
Jangan memaksakan semua keadaan harus perfect. Karena ekspetasi tidak melulu selalu sesuai realita. Tetap utamakan kewarasan ibu. Karena anak2 butuh ibu yg sehat secara fisik dan mental, juga bahagia 🥰
Kalo sudah bisa memenej waktu dengan tepat di dukung dengan perangkat yang mumpuni, insyaallah jadi gak terhambat oleh kerempongan emak. Apalagi kaya diriku yang ingin mengembangkan passion di bidang bisnis perniagaan. 😊
Bisnis Go digital bikin emak-emaks #bisasantaideh
___________________________________________







