Senin, 25 April 2022

Mencoba Tanpa Medsos dan Internet

 


Malam ini aku melihat senyum dan ocehannya untuk yang pertama kalinya. Tidak terasa bayiku anak ketiga ku, usianya sudah hampir 2 bulan. Kemampuan meresponnya sudah berkembang. Ku lihat anakku yang lainya, si sulung yang tengah bercanda dengan adiknya si nomer dua. Kadang rengekan, teriakan, membuat isi rumah ribut, berisik. Membuatku seperti wasit yang harus mengatur jalannya permainan. 

Sudah dua hari ini ponselku offline. Aku tidak cukup money untuk membeli Kouta. Karena sisa uang pribadiku, ku habiskan semua untuk membeli token listrik yang sudah tinut tinut. Plusnya kehabisan data internet bisa ku manfaatkan untuk istirahat sejenak dari dunia medsos dan segala yang terhubung dengan internet.

Beberapa hari yang lalu sebelum rehat dari signal offline, hati dan pikiranku sedang tidak waras. Berkali kali pun aku pernah melakukan kekerasan verbal ke si sulung dan mencubit anak keduaku. Diri ini sedang sangat lelah luar dalem, sangat lelah. Seakan butuh healing, namun sikon belum mendukung. 😢

Dan aku harus sabar lagi.


Aku merasa hoopless 

Aku butuh silent treatment

Dan juga istirahat dari dunia sosmed dan jualan online.

Alhamdulillah dari kemarin, waktuku terasa lebih banyak menemani anak-anak. Terutama si kakak nomer dua. Ia berhasil puasa YouTube 2 hari ini. Aku mengalihkan dunianya dengan mengajaknya main dan berinteraksi langsung. ini juga tidak biasanya, Yahya sulit diarahkan kalo sedang tantrum rebutan ASI. Tapi, screen time masih, karena kami tidak pernah memakai televisi. Hanya sekedar menonton videonya sendiri yang diputar berulang kali, membuatnya terhibur. 

Akupun sudah mulai terbiasa menghadapi bentrok mengasihi, begitupula Yahya. Meskipun ada sedikit-dikit tantrumnya lagi. Tapi tidak separah saat pertama muncul kehadiran adik barunya.

Kalo sedang kena mental, aku selalu berdoa kepada Allah agar dimudahkan menghadapi pengasuhan ini. 


Sebelum internet offline, beberapa supplier ku sudah mengambil libur duluan. Sudah 2 hari pula dagangan online ku mulai sepi pembeli. Ini karena sebagian agen supplier ku sudah start cuti lebaran. Status jualankupun tidak sebanyak biasanya. Sedikit variasi. Mungkin sudah banyak orang yang telah memiliki pakaian untuk lebaran. Kirim paket di seminggu mines lebaran tidak menjamin barang sampai sebelum lebaran. Akupun tidak berani menjanjikan kepada customer dengan harapan sebelum lebaran barang sampai. Ekspedisi overload.

Alhamdulillah ala kulihal, setidaknya aku sudah banyak meraup untuk bulan ini. Sepertinya sudah satu juta lebih. Nilai yang tidak sedikit buat ku yang hanya bekerja di rumah dibarengi ngurus anak-anak. 

Selama 2 hari offline dari medsos atau wa, tidak membuat hati ku deg-degan. Pikiranku sedikit lebih enteng dan relax. Lebih fokus dan tidak berekspektasi terlalu tinggi atau Mikir ngalir ngidul kalo lihat posting an org lain.


Tidak membandingi kemampuanku dengan pencapaian orang lain yang terlihat sempurna.


Tidak membandingkan kehidupanku dengan mereka yang 'terlihat' selangkah lebih maju daripadaku


Tidak pusing dengan hot news, berita yang sedang viral dan ikut ikutan mikirin.


Tidak merasa bersalah dan emosi terpendam kepada customer, apabila barangnya belum ready, barangnya belum sampai juga.


Atau merasa diPHPin dengan barang yang diorder malah sold stock, totalin tapi belum bayar atau kepending nungguin TF an. Atau problema lainya di Dunia perdagangan.


Sudah lama aku ingin refreshing. Qodarullah lagi-lagi belum terlaksana. dari aku yang kecapekan parah waktu hamil, si Yahya sering sakit, membuat ku semakin banyak menghabiskan waktu di rumah saja sampai sekarang. Padahal masa nifas sudah habis.

Tapi mau healing ke luarpun butuh biaya. Dan harus siap capek lagi, karena bawa gerombolan bocil.

Healing di luar butuh biaya, hawatir balik dari healing malah stres karena ngabisin duit dan tenaga dan harus kerja rodi lagi sampai butuh healing lagi. Kapan habisnya? Kalo siklus begitu terus??


Mungkin aku butuh rehat. Bukan, bukan berhenti. Cuma rehat sejenak, jangan. Jangan putar balik. Hanya rehat sejenak. Untuk hati yang sedih, pikiran yang lelah. 


H-10 lebaran..


Hari-hari menjelang Lailatul Qadar. Healing kali ini harus perbanyak komunikasi dengan Allah. Istirahat dengan cara mengalihkan kesibukan dengan memperbanyak amal Soleh. Inilah healing yang sesungguhnya.


Libur dari dunia internet meskipun hanya beberapa hari ternyata membuat aku bisa bernafas lega dan membantu menjernihkan pikiran.



Selasa, 19 April 2022

Tips Mengatur Waktu Untuk Bunda yang Aktif Berbisnis online


Hari ini chat menumpuk, banyak calon customer yang cari pakaian untuk lebaran. Sama seperti beberapa hari sebelumnya, aku harus melayani beberapa customer. Aku buru-buru menidurkan kedua anakku yang bayi dan toodller. Lagi-lagi waktu tidur siang hari ini diganti dengan melayani pembeli secara online. Sudah beberapa hari ini aku melewati jam tidur siang yang seharusnya penting sekali untuk menjaga kewarasan emak-emak. Karena selain jualan online aku mengerjakan beberapa pekerjaan lainnya. Mengurus ketiga anak usia SD, toodller dan bayi baru lahir. Bahkan ada yang pernah bilang, 

"kok bisa?" "Kok sempat?"
Kalo dibilang bisa ya gak bisa, kalo dikata sempat, ya gak sempat. Aslinya aku ini gak  bisa multitasking karena itu akan membuatku stres (dulu sering sih😆). Ada beberapa yang aku tekuni sisanya aku pending.

Pernah suatu hari dan jadi pelajaran juga. Saat itu aku sedang hamil muda, mengasuh anak yang sedang fase tantrum, ditambah harus dampingi PJJ sekolah si sulung, ponsel cuma satu. Dalam waktu bersamaan aku harus mengurus anak-anak, konten YouTube yang sudah dimonites, merekrut marketer. Ketika itu orderan lagi banyak-banyaknya, ngalir terus seiring bertambahnya tim marketer. Duh, belum lagi urus diri sendiri yang sedang kepayahan dan mabok.

 Qodarullah, mengalami kerugian juga karena salah rekapan, kurang teliti dalam hitungan, banyaknya orderan tidak didukung kinerja yang maksimal akhirnya keteternya rekapan invoice atau format order. Karena kecapean kurang fokus, salah hitung laba, dan masalah lainya. Ya Allah tabahkanlah 🥺

Sempat drop dan pengen udahan. Aahh jualan itu ternyata capek, belum lagi mengahadapi berbagai macam karakter calon customer. Bener-bener harus kuat mental dan kuat fisik tentunya. 😆

Sempat berpikir, 'aku butuh admin' tapi mengingat bayar gaji untuk admin saja belum mampu. Mau gak mau urus sendiri. Hitung-hitung ini adalah pembelajaran berniaga, untuk lebih teliti dan bijak lagi memenej waktu.


Minggu, 17 April

Hari ini hari Minggu. Aku memutuskan untuk tidak terlalu bekerja keras seperti hari biasanya. Mungkin hari ini aku tidak banyak men-share produk dagangan ke grup dan status wa. Hanya menerima orderan dari tim marketerku kemudian mem-forward format order dan membuat invoice secara manual, terakhir tinggal send ke customer yang kemarin ikut list order.

Hari ini juga sebenarnya adalah deadline Endorse sebuah produk. Aku harus menyiapkan sebuah photo. Bayangin satu hari aku mengerjakan rekapan penjualan, rekapan fee member marketer, rekapan FO, belum lagi melayani calon pembeli yang bertanya dan setia follow up pelanggan kemarin belum sempat transaksi, entah cancel, cuma nanya, atau barangnya sudah sold. Ngerjain semua itu real tanpa admin, tanpa admin mak, coba anda bayangkan sekali lagi! 🤣


Aku masih fase nifas loh, Alhamdulillah ala kulihal tidak kena baby blues 😆

Dengan kondisi kerempongan dirumah dan menghadapi macam-macam karakter customer, aku harus tetap ramah, sabar, berbaik sangka, dan mendoakan kemudahan untuk mereka dan diriku sendiri. Inilah yang aku pelajari, apapun kondisinya harus tetap beradab. Demi mimpi ingin bisa sampai agen distributor, demi mimpi ingin menjadi pedagang yang Allah percayai saya itu amanah, demi mimpi ingin menjadi pembisnis mamah muda, mompreneur maksudnya. 😆😂

Aamiin allahumma aamiin

Tapi kan gak semudah itukan, mak!
Di era digital ini kita harus cepat upgrade diri kalo tidak mau tertinggal, minimal paham dan bisa mendigitalisasikan seluruh proses lini bisnis, kaya urusan produksi, persediaan, pembukuan, penjualan, dan masalah lainnya bisa diselesaikan secara otomatis, cepat dan akurat. Paling penting sih, menemukan partner perangkat yang sangat membantu pekerjaan. Mengingat aku berjualan tanpa admin. Owner-nya belajar ngadminin sendiri dulu 🤣

Pernah coba buku khusus jualan online, mulai dari ceklist marketing, rekapan penjualan, pembelian, laporan laba rugi, dll. Tapi tetap saja ditulis manual, pertanyaannya bisa konsisten gak tuh, aku yang kerempongan ini menulis nulis rekapan. Pernah aku coba tetap saja keteter, maks. Aku butuh akutansi online. Pencatatan pembukuan, mulai dari rekapan penjualan-pembelian yang dilakukan secara otomatis, bahkan tanpa karyawan.

Qodarullah, Belum lama ini aku tahu ada sebuah software akuntasi online yang sedang aku kepoin. Yang katanya, Aplikasi ini dapat membantu para pembisnis, atau pedagang online skala agent dalam melakukan pembukuan, mencatat transaksi, membuat laporan keuangan, hingga memudahkan laporan pajak. Ih, bacanya aja udah bikin aku mulai tertarik. Wort it banget gak seh..

Namanya, Accrurate


MAKIN SANTAI URUS BISNIS DENGAN MENGGUNAKAN APLIKASI




Accurate Online sendiri adalah software akuntansi bisnis hasil karya anak bangsa yang dikembangkan oleh CPSSoft (cpssoft.com). Accurate Online adalah software akuntansi cloud yang memberikan solusi bagi UMKM & perusahaan di Indonesia.

Kalo tentang perangkat pendukung untuk UMKM aku dukung banget deh, apalagi yang buat anak bangsa. Berharap anak muda jaman sekarang tertarik sama dunia bisnis dagang. Biar gak terus menerus jadi konsumen luar negeri mulu. Bisnis itu mudah loh, kalo kita mau upgrade perkembangan jaman, apalagi di era digital ini sebenarnya sangat memudahkan untuk berkembang. Kaya sekarang aja sudah ada aplikasi bisnis seperti accurate.

Jadi kalo ingin serius menekuni dunia bisnis Go digital kamu harus cepat upgrade. Pengelolaan bisnis yang cepat dan efisien adalah salah satu cara untuk memajukan perkembangan usaha yang kamu kelola. 

Untuk mendukung kemajuan usaha bisnis yang kita kelola butuh ide dan perangkat yang mendukung. Seperti accurate aplikasi akuntansi online ini. Hanya dengan menggunakan satu aplikasi, semua tentang  produksi, persediaan, pembukuan, penjualan, dan masalah lainnya bisa diselesaikan secara otomatis, cepat dan akurat.

Bahkan dunia Industri di seluruh dunia pun sudah mulai menerapkan teknologi di seluruh lini bisnisnya. Untuk bisa tetap bertahan dan relevan untuk bersaing di tengah persaingan pasar yang ketat. 

Lebih dari 200 laporan keuangan dan operasional dapat dilihat secara instan, kapan pun dibutuhkan, tanpa perlu menunggu karyawan menyiapkan laporan.




Hmmm, sepertinya cocok buat aku yang gak ada admin nih, atau buat saat karyawan admin libur. Owner-nya tinggal fokus aja urus rumah dan anak-anak. 🤣

Karena penasaran akhirnya aku ikut demo ya deh, free gratis mencoba 30hari. Tapi kalo mau langsung berbayar juga bisa. Harga mulai dari 200.000 rupiah kamu sudah bisa menikmati fitur yang ada di aplikasi accurate. Sangat terjangkau bukan?

Zaman sekarang gak upgrade perkembangan jaman bisa mati di tempat bisnis mu!

Di era digital seperti sekarang ini, pekerjaan bisnis pun bisa dilakukan secara online. Tidak sedikit loh, para bunda yang aktif berkecimpung di dunia online, entah itu berjualan online ataupun menjadi konten kreator. Tapi ternyata tidak semudah kelihatanya, and i feel banget.

Bunda harus pintar-pintar memenejemenn waktu, agar urusan rumah tetap terkendali. Berikut tipsnya, menurut pengalaman yang saya pelajari.

Tips Mengatur Waktu Untuk Bunda yang Aktif Berbisnis Online




Pioritaskan Kepentingan Keluarga
Bagaimanapun yang namanya pekerjaan sampingan tetap sampingan artinya jangan sampai waktu yang tadinya jualan hanya mengisi waktu senggang di rumah, atau embel-embel bekerja santai posting-posting sambil rebahan jangan sampai membuat kamu lupa dengan anak-anak. Anak-anak yang harus dikasih makan, anak-anak yang harus dicebokin, mandiin, ngajak main, butuh dielus, dipeluk dan di dengarkan. Belum saat suami pulang kerja.

Pioritaskan Kepentingan Keluarga dulu
Hal ini lebih penting dari pada pekerjaan sampingan agar semua tetap terkendali dan tidak mendapat protes dari suami 😆

Membuat To do list
Wajib membuat to do list harian agar pekerjaan lebih terorganisir. Ini juga membantu bunda agar tidak stres karena tertumpuk pekerjaan. Contohnya seperti daftar to do list versi aku nih,

✓ Bikin invoice cs 

✓ TF ke Rek Supplier

✓ Promo lewat status 1x sejam, dn't forget!

✓ Kirim tugas kakak ke wali kelas

    Jemur Pakean, buang sampah

    Ketukang sayur bayar utang seribu

    

Kurangi Stalking di Media Sosial
Paling banyak menghabiskan waktu adalah stalking di medsos. Jika untuk upgrade ilmu tidak masalah ya, namun tetap harus tau batasan waktu ya, Bun. Jangan sampai niatnya cari ilmu malah stalkingin barang-barang di marketplace. Atau malah bablas jadi netizen julid yang buang-buang waktu. 😆

Saat jam kerja sampingan dimulai, offline kan semua akun media sosial. Kecuali difokuskan untuk strategi marketing atau branding.

Tetapkan Waktu Aktif dan Off Kam Kerja Online
Sama dengan to do list, disiplin waktu juga membantu bunda lebih teratur dan konsisten dalam melakukan pekerjaan  satu per satu. Don't, jangan kerjaan pekerjaan sampingan saat kamu sedang berada di jam utama. Tau kan jam utama? Jam ngurus keluarga. Untuk meminimalisir kan resiko marah-marah ke anak efek kecapean karena mengerjakan beberapa bidang dalam waktu bersamaan. Multitasking itu hanya mitos, Mak. 😂

Luangkan Waktu Untuk Me Time dan We Time Bersama Keluarga
Jangan biarkan kesibukan di dunia digital membuat bunda lalai waktu dengan keluarga. Saat kerja buka smartphone ditempat yang bukan waktu main bersama anak. Saat off, simpan smartphone dan we time bersama keluarga. Atau luangkan waktu untuk sekedar menghibur diri dan mengapresiasi diri yang sudah lelah berjuang dengan me time makan makanan kesukaan. 🥰

Dan yang paling penting adalah turunkan ekspetasi terlalu tinggi..

Jangan memaksakan semua keadaan harus perfect.  Karena ekspetasi tidak melulu selalu sesuai realita. Tetap utamakan kewarasan ibu. Karena anak2 butuh ibu yg sehat secara fisik dan mental, juga bahagia 🥰

Kalo sudah bisa memenej waktu dengan tepat di dukung dengan perangkat yang mumpuni, insyaallah jadi gak terhambat oleh kerempongan emak. Apalagi kaya diriku yang ingin mengembangkan passion di bidang bisnis perniagaan. 😊

Bisnis Go digital bikin emak-emaks #bisasantaideh 

___________________________________________


"Tulisan ini diikut sertakan dalam lomba blog accurate"

Info lebih lanjut klik disini

Kamis, 14 April 2022

Seharian Tanpa Diapers

Tiba-tiba aku terbangun saat masih mengasihi anakku yang bayi, ya baru saja aku ketiduran. Saat terbangun, Yahya sedang bermain tongkat Stainles panjang sambil berusaha mencolok colok adiknya yang sedang menyusu. Sontak aku kaget dan reflek berteriak. Ku kira dia sedang anteng menonton YouTube kids yang ku berikan untuk mengalihkannya saat aku menyusui adiknya.

Alhamdulillah tidak terjadi apa-apa, namun berhasil membuat keduanya menangis. Kakak toodller (22 bulan) yang sedang di fase tantrum, menangis meminta ASI. Sedang adiknya di fase grow sprut, lebih rewel, lebih lama ingin disusui dan selalu ingin digendong. Mereka berdua nangis berbarengan, membuat telingaku seakan pengang. Sejenak aku melamun untuk sekedar menenangkan diri, siapa yang harus kususi dulu? 

Ku tatap dasterku yang pinggirnya sudah robek sampai pinggang karena gerakan ku yang harus serba cepat, serba siaga. Ku lihat dibeberapa bagian bawahnya sudah terkena pipis bayi, ku buntel ikat kesamping, agar saat menyusui bayi tidak kedinginan, yang tersisa hanya celana pendek yang kering.

Baiklah aku akan mengasihi yang bayi dulu, dan memberikan smartphone ke anakku yang toodller untuk menonton video mobil-mobilan kesukaannya. 


Nak, maafkan mamah ...

Mamah tau jika salah memberikan kamu screen time terlalu sering, tapi bagaimana agar mamah tenang menyusui adikmu, agar adikmu cepat tertidur tanpa terus bangun lagi, bangun lagi, karena teriakan tangisan kakaknya. Untuk berlatih menyapihpun tidak mudah, untuk saat ini. Mamah hawatir jautuhnya menyapih dalam paksaan sedang kamu menyaksikan juga mamah menyusui adikmu, mamah takut kamu akan berpikir mamah lebih memihak adik, mamah takut kamu berpikir dipaksa mengala demi adik. 


Sudah jam 10 pagi,

Hampir semua bagian kasur sudah basah oleh pipis mereka. Kasur besar sedang di jemur, dan kini giliran kasur ruang tengah yang dijemur. Mumpung di luar matahari cerah, meskipun harus susah payah mengangkat kasur ke depan tapi aku berusaha agar anak-anak nyaman tidur.

Aku merebahkan playmat alas main plastik, kemudian selimut badcover mini di atasnya, juga perlak yang baru saja kering akibat di PUPin si bayi tadi pagi. Menaruh bayi diatasnya, setidaknya bassam sudah kenyang disusui. Hari ini aku harus menjemur, mumpung siang jangan sampai kesorean karena semua salin celana sudah habis. Namun masih saja ditangisi saat menjemur, itupun sudah gerak cepat. Aku menjemur di teras depan, sesekali mataku melirik ke ruang tengah. Ku lihat anakku yang toodller sedang mengelap lantai menggunakan handuk bersih yang baru saja aku angkat dari jemuran. Ya, ia sedang mengelap lantai yang terkena pipisnya.


Aku menghela nafas panjang, oh suamiku cepatlah pulang...


Sudah 2 hari anak-anakku tidak memakai diapers. Clodi yang dipunyapun sudah habis semua dan baru sempat dicuci. Uang kebutuhan kami cepat menipis, karena meningkatnya pengeluaran saat sebelum melahirkan dan setelah melahirkan. Uang yang dipinjam seseorang pun belum dibalikan. Kadang marah jika ditagih "nanti juga dibayar kalo ada" ucapnya. Tapi aku sedang butuh. Aku tidak ingin jika sampai jadi pertengkaran, yang bisa memutus silahturahmi. Lebih baik relakan saja uang yang dipinjam yang tidak dibalikan. 

Kulihat anakku yang bayi sudah tidur sendiri setalah sebelumnya masih merengengek rengek. Biasanya sambil bekerja aku menggendong anak yang bayi, qodarullah gendongannya juga belum kering dan baru dijemur.

Setelah menjemur lanjut ku susui kakaknya dan segera mematikan hapeku. Dan akhirnya kedua nya tidur. 

Ingin rasanya ku ikut tidur, tapi dengan daster lembab, bau Pesing, badan lengket karena belum mandi. Sebaiknya aku gunakan keslatan ini untuk mandi.

Setelah mandi aku tidak langsung ikut tidur siang. Aku harus updet jualan online lagi. Mengecek chat-chat yang masuk dan berharap ada yang membeli. Dari kemarin banyak sekali chat yang masuk, ada yang hanya nanya-nanya, ada juga yang order namun sayang barangnya di pusat cepat habis. Penjualan di ramadhan ini meningkat tapi cepat habis pula stoknya.. belum rezeki memang.

Saat ku cek hapeku, Alhamdulillah ada kabar baik. Salah satu customer ku transfer, keuntungan 20rb dari 2 penjualan Jogger Adidas dewasa ORI, yang ia beli. 

Kemudian aku lanjut men-share produk-produk baru lainya ke grup marketer yang aku pegang. Juga ke status wa dan telegramku. Berharap hari ini mampu tembus sampai 100rb. 50rb untuk beli diapers. 😊

Pelan, pelan gerakan ku, aku tidak mau sampai membuat anakku bangun. Duh, jangan dulu, mamahmu juga blm tidur masih kerja.

Sebenarnya targetku sebelum akhir bulan adalah bisa membayar hutang. Ingatkan cerita ku sebelumnya tentang "salah harga" ya aku harus nombok hampir 200rb karena kecerobohan ku salah cantumin harga 😢

Mumpung hari ini hari Jumat, aku berdoa sering-sering agar dikabulkan. Aku jadi ingat kasus sebelumnya tentang 2 customer yang cancel mendadak rice cooker philipis digital. Padahal sudah aku submit ke pusat supplier. Membayangkan harus nombok pesanan yg hampir satu juta??? Uang darimana coba sedang keutungan paling besarku pun baru ratusan ribu itupun penghasilan dari berjualan online tidak menentu kan?

Qodarullah Allah mengabulkan doaku hari itu, akhirnya aku mendapatkan pembeli pengganti yang cancel. Bahkan bukan hanya 2 orang tapi 3. Keuntunganya sampai 300 itu aku gunakan untuk membayar hutang daster. Setidaknya aku tidak jadi menombok ya kan, malah bisa sampai bayar hutang, Alhamdulillah.

Tiba-tiba Yahya bergerak dan berganti posisi hampir menabrak kepalanya ke dedek bayi. Seketika aku bangun dan, oh punggungku sakit sekali. Pasca hamil dan melahirkan, sakit punggung belum sembuh total, Hmm.. 

Ku lihat ada pesan masuk dari suamiku, ia mengirimkan voice note. Ku naikan sedikit saja volumenya agar anak-anak tidak terbangun. Ku tempelkan speaker hape di telingaku. Oh, tidak, ia mengabarkan akan pulang telat dan buka bersama saat rapat di pondok. Sedih hatiku.


Yaa, Allah semoga hari ini barang yang aku marketer in laris manis. Bisa untuk beli diapers dan bayar hutang aamiin ya allah.

Suara murottal Al Kahfi dan Ar Rahman di masjid tak terasa membuatku mengantuk. berharap ketika bangun ada kabar bahagia.

Tapi aku yakin tidur ini tidaklah lama karena sebentar lagi si sulung akan pulang. Bersiap dengan suara salam dan ketukan pintu yang akan membuatku terbangun atau bahkan adik-adiknya yang sedang tidur di ruang tengah. 



Zzzzzzzzzzzzzz

Rabu, 13 April 2022

Salah Harga


Hari ini terasa sangat lelah. Mataku kian sayu efek kurang tidur semalam. Telingaku cukup pengang mendengar tangisan dan teriakan kedua anakku yang masih bayi belum genap 40 hari dan kakaknya yang masih usia toodller 22 bulan.

Hari ini jualan online shop ku mengalami sedikit masalah. Aku ceroboh memasang harga dengan selisih 50rb lebih. Aku menjual barang berkualitas bagus dengan harga miring yang ku dapat langsung dari supplier partai besar, sehingga harganya bisa lebih murah atau separuh dari harga official nya di market place. Mitochiba yang aku jual sebesar 450 ternyata di pusat 500rb. Sepertinya saat itu aku salah menempatkan angka yang seharusnya 550 malah menjadi 450. Qodarullah, mungkin karena pikiran emak2 ku yang memaksakan multitasking. 

Dengan total pesanan 3pcs. Itu berarti aku harus nombok sekitar 150rb. Untuk level marketer online shop seperti aku ini uang segitu adalah uang besar. Mengingat aku biasanya hanya mengambil untung 5-15rb yaa rata-rata 10rb sih. Beberapa keuntungan besarpun biasanya itu dapat dari tim marketer yang harus aku bagi 2.

Spechless saat tau aku salah pasang harga dan itu baru disadari saat keep PO sudah close beberapa Minggu lalu, aku segera mutar otak agar tidak terjadi kerugian besar alias nombokin, bukanya untung. Aku coba menghubungi markterku dan customer ku, prihal kesalahan pasang harga. Meskipun aku sadar itu sepenuhnya karena kecerobohan ku. Aku mencoba ikhtiar siapa tau mereka mau menerima dan mengikuti harga yang telah direvisi. Dengan perasaan yang sangat tidak enak tentunya dan siap akan konsenkuensinya.


Apa yang harus aku lakukan?

Aku memiliki mimpi ingin punya toko atau usaha sendiri, aku rintis dari awal. Tapi cobaan berjualan selalu mengujiku, seakan-akan aku ingin bilang pada diriku sendiri. Aku stupid, berjualan itu tidak cocok untukku.

Terbayang bayanglah pekerjaan ku sebelumnya saat masih menjadi blogger dan influencer. Penghasilannya lebih besar dari berjualan yang hanya beberapa puluh ribu tapi hanya modal tulisan dan photo aku bisa mendapatkan beberapa ratus ribu. Hmm . . Namun aku memutuskan mundur perlahan. Jika terlalu sering menerima job blogger atau influencer aku takut dosa karena rentan menciptakan kebohongan. Tidak kalah dengan berjualan, amanah yg diemban juga besar. Atau diam saja tidak  apa-apa? 

Mimpiku terlalu besar dan banyak. Apa aku salah?

Aku ingin membeli motor baru lagi, setelah Motor lama ku sudah ku hibahkan untuk saudara kandungku yang lebih membutuhkan, aku ingin smartphone baru, dan banyak hal lainya untuk diriku sendiri. Suamiku adalah laki-laki yang bertanggung jawab, namun dengan ini aku bisa saling membantu tanpa menyusahkan ya, kala gajinya sudah habis sebelum akhir bulan.

Tiba-tiba dalam lamunanku, tak terasa air pipis si bayi menguncur ke arah dasterku. Ini sudah kesekian kalinya dipipisi, padahal hanya telat sedikit memakaikannya diapers, sudah pipis lagi. Ku pandangi daster yang sudah usang ini, lembab, basah dan tidak fresh baunya. Untuk membeli dasterpun butuh dipikirkan berkali kali, padahal aku penjual pakaian. 

Tidak lama si sulung pulang ke rumah dengan membawa 2 anak kitten. Ya Tuhan kerjaan lagi? Bisa dibayangkan betapa rempongnya mengurus kotorannya, makanya, mainya, pantauan agar si toodller tidak mencekik, menarik bulu, atau bahkan memegang ekornya yg kotor.


Aku menarik nafas panjang...


Sepertinya aku butuh rehat sejenak. Tidur sebentar agar waras dan pikiranku jernih. Agar tidak terjadi huru hara di rumah ini, agar aku bisa bijak dalam masalah yang sedang ku hadapi. Yaa, aku rehat sejenak untuk tidak membuka wa. Dan ikut tidur bersama kedua anaku setelah ku mandikan. 

Tak terasa adzan Dzuhur sudah berkumandang. Aku bangun dari istirahat, kudapatkan kabar penolakan dari mereka. Sejenak aku berdoa dan curhat kepada Allah. Apa yang harus aku lakukan?

Aku memiliki mimpi ingin punya toko atau usaha sendiri, aku rintis dari awal. Tapi cobaan berjualan selalu mengujiku, seakan-akan aku ingin bilang pada diriku sendiri, bahwa aku itu stupid, berjualan itu tidak cocok untukku. 


Masih dalam lamunan, sambil mengasihi anak bayi. Anak nomer dua ku menangis dan menjerit -jerit setiap sinyal tontonan youtube loading hanya beberapa detik, but itu sering. Bukanya aku abai terhadap anak diusia seitu ia sudah screen time, karena kalo sedang mengASIhi adik bayinya ia sering cemburu dan tantrumnya mulai lagi. Yahya dalam masa usia tantrum. Belum lagi yang bayi yang sedang melewati fase grow sprut.


"Mamam, mamam.." 


Membuyarkan lamunanku, aku baru ingat terakhir makan itu saat sarapan. Dan itu hanya masuk sedikit sekali, Yahya sedang GTM. ia jadi GTM saat terbiasa minum UHT. Waktu itu kami mengejar BB nya karena stuck di tempat. Dokter anak pun meresepkan susu uht karena Yahya tidak mau sufor. Tapi semenjak adiknya lahir dan ASI mulai normal kembali. Gtm nya Makai parah, sejak menyusu asi lagi.

Sudah jam setengah 3 sore. Yahya tantrum lapar dan minta ASI. Menunggu si sulung pulang dari main terasa sangat lama sedang aku butuh dirinya untuk disuruh-suruh ke warung. Baiklah, aku akan menghangatkan nasi dulu. Sambil mengendong-gendong anak bayi yang masih nemplok menyusu. Lanjut gantian mengasihi Yahya, gantian bayi yang giliran menangis. Begitulah pingpong tangisan mereka. Tidak lama ku cek, Oalah, nasinya ternyata sudah beeuy, lembek dan berair. Padahal baru buat kemarin malam. Terpaksa aku harus keluar cari makanan. Mumpung si Yahya minta makan sendiri, itu artinya dia sudah sangat lapar. 

Setelah melewati tahap kerempongan emak2, pakai hijab, benerin gendongan, tapi blm sempat celanain anak yg masih terlihat pakai diapers saja akhirnya kami cuss otw, jalan kaki tidak jauh dari rumah.

Alhamdulillah tukang frenchchiken sudah buka (nulisnya gimana sih) baru mau pulang tiba-tiba hujan deras. Akhirnya kami menunggu karena kepegung tidak bisa balik. Aku segera menelepon suami agar bisa menjemput kami. Beruntung bulan puasa ini ia pulang lebih cepat, meskipun malam ini bukan waktunya bermalam di tempatku.


***

Sepanjang perjalanan tadi, aku sudah menemukan solusi terbaik dari salah harga.

Bagaimana Rasulullah dulu mengatasi ini jika terjadi dengannya, beliau juga seorang pedagang. 

Ya, yang membuatnya sukses sebagai pedagang karena adabnya, kejujurannya, amanahnya, dan hal baik lainya. Itu yang membuat Rasullullah menjadi inspirasi ku saat belajar berjualan.

Seketika aku berpikir. Jika hal ini terjadi pada Rasulullah, pastilah Rasullullah akan bertanggung jawab. Ya, aku harus bertanggung jawab atas kecerobohan aku karena salah pasang harga. Bukankah ini hanya 150rb? di luar sana banyak pedagang yang merugi atau berhutang sampai jutaan?? 

150rb bagi pedagang sejalan sangat kecil seperti marketer kaya aku ini termasuk tidak mudah mendapatkannya. Terlebih sedang banyak kebutuhan untuk lebaran nanti.

Ya aku harus bertanggung jawab sendiri. Alias nombokin. Entah dari mana lagi uangnya berdoa saja. Mungkin saja dengan ujian ini agar mental dan pengalaman ku lebih matang untuk diamanahi Allah dengan usaha atau bisnis yang lebih besar lagi nantinya.

Wallaualam, niatkan saja diri ini melakukan yang terbaik. Dan yakin serahkan semuanya sama Allah 🥰 Allah selalu memberi jalan yang terbaik. Seperti belum lama ini ada masalah gak jauh dari kasus mitochiba. 2  Pembeli yang sudah pesan digital Rice cooker philipis yang kujual setengah harga dari harga official yang hampir satu juta. Itu pembelinya 22 nya cancel. Padahal sudah ada perjanjian akan transfer, dan sudah diinput ke pusat supplier ku, gak bisa cancel loh. Aku sudah horor membayangkan uang satu juta dapet dari mana untuk nombokin pesanan pembeli yang cancel? Akupun gak enak sama pihak supplier. Bagaimana pun Aku harus bertanggung jawab. Mulailah puter otak mencari customer baru untu peralihan orderan yg dicancel. Aku berdoa dengan sangat bersungguh-sungguh agar tidak nombokin pesanan yg hampir satu juta ini (belum ongkirnya), qodarullah dalam sehari malah dapet 3 pembeli untuk mengganti orderan yg dicancel. Cepet banget kan.. kadang dapet satu pembeli aja susah, ini harga 500rban lgsung dapet 3 pembeli dari 2 yang cancel. Bahkan fee keuntunganya yg langsung di dapat langsung aku bayarkan hutang. Karena memang sudah niat sekali ingin bisa membayar hutang


22.43 WIB

semua pekerjaan rumah yang wajib sudah selesai, meskipun sebelumnya harus menghadapi huru hara rebutan ASI kakak adik. Seperti yang sudah-sudah, kadang sangat lelah dan menyerah untuk minta bantuan susu formula hanya sebatas mengganjal lapar si bayi saat aku sedang mengASIhi kakaknya. Terlebih jika giliran babahnya tidak bermalam disini aku sangat kerepotan. Proses menyapihpun masih panjang. Tidak langsung berhasil seketika. Bulan Juni kakak toodller genap 2 tahun. Itu berarti sekitar 2 bulan lagi. Memikirkan untuk menyapihnya saja aku sudah kebayang capeknya double double.

Alhamdulillah, di jam segini bisa mandi dan ngepel lantai, setelah ngecek orderan dan buat FO untuk nanti pagi, jadi tinggal totalnya. Tadinya sudah tidak sanggup dan berniat langsung tidur karena saking capeknya. Tapi dipikir2 kalo tidur dalam keadaan lengket, daster seharian yg beberapa kali kena ompol, peperan air bekas mandiin si kecil, bekas cebokin sinkecil, peper peper saat masak, itu malah bikin mood gak nyaman dan hawatir bikin emosi karena bad mood gak relax. Dan setelah melakukan itu semua, aku ambil hape dan mulai menulis blog. Membuang kosa kata, sampah2 yang harus dikeluarkan..

Daripada buka sosmed wayah kieu, scrol scroll, komen sana sini, 😆

Yuk tidur, nanti sebentar lagi mamak prepare makan sahur 

Ikut Lomba Blog

 Lucu gak sih, malam ini, malam yang dimana semua anak dan suami sudah tertidur, malam yang harus digunakan istirahat yang katanya 'aku' itu jam mahal emak2 'ingin waras' harusnya tidur, malah nulis buat ikut lomba blog. Iya lomba blog, yang aku tau pesaingnya tulisannya lebih bagus dariku, yang aku pesimis akan menang. Tapi aku coba ikhtiar menangin hadiahnya hanya untuk bisa membeli motor baru. Gak berharap jadi juara pertama tapi minimal bisa menjadi pemenang, di beberapa lomba blog. 🤣

Saya daftar beberapa lomba blog, selain karena butuh uang. Lomba blog memancing blog baru saya ini agar terindeks google. Karena dulu awal-awal ngeblog, trafik bisa sampai ratusan itu berawal dari mengikuti lomba blog.

Awal menulis blog di tahun 2016 berhasil membawa saya mengenal komunitas blogger. dulu sering memenangkan lomba blog di jamannya wkwkw.. jaman sebelum banyak saingan yang lebih jago nulis. Dan kali ini saya ingin mencoba lagi. Tapi kalo tidak menang tidak mengapa. Pelajaran yang pernah saya dapat, jangan terlalu abisius dalam sebuah tujuan. Santai saja tapi kamu "menguasai bidang" itu dan konsisten. 

Sejujurnya saya termasuk yang tidak konsisten mengurus blog. Bagaimana mau konsisten jika yang saya pegang sangat banyak, sebagai ibu yang mengurus anak SD, toodller, dan bayi, belum suami, belum marketer online shop yang punya tim marketer juga, belum ngurus konten video, dulu ngeinflue Instagram masih kepegang, sekarang enggak. Banyak saingan juga sih mengingat follower minimun itu 10k, aku??? Dapet 5k aja belum, baru 4k.. ayo dong bantu follow wkwkw 🤣 just kidding


Saya gak bisa multitasking demi menjaga kewarasan. Menghidupkan kembali blog hanya rindu menulis karena kosa kata ini harus tersalurkan (me introvert dan rumahan jadi jarang mengobrol) dan menulis blog adalah healing terbaik setelah berdoa tentunya.

Jadi tadi abis diajak ngopi berdua sama mas suami, ngofi late. We time kami kala anak-anak sudah pada tidur. Hari ini Alhamdulillah lebih baik dari yang kemarin, orderan banyak yang datang tapi barang banyak yang habis, customer gak kebagian dan refound. Banyak yang nanya-nanya tapi gak beli, membuat saya berharap kala isi ATM bener2 kosong tapi saya yakin rezeki tidak kemana. Saya yakin Allah sedang menguji kesabaran dan kematangan mental saya kala nanti diberi amanah yang lebih besar lagi. Kadang mengahadapi customer yang menyebalkan membuat saya hampir menyerah untuk berhenti jualan online, tapi saya harus Istiqomah untuk sabar dan stay ramah. Inget, inget, cara Rasullullah berjualan. Berjualan termasuk mimpi saya. Ingin menjadi pedagang.


Setelah minum kopi saya susah tidur tapi suami malah gampang banget tidur. Qodarullah baru muncul mood nulisnya. Nulis buat saya itu butuh mood kalo gak mood seakan maksa otak dan endingnya suka gak enakin, terkesan maksa updet blog gitu.


Btw, nanti baca yaa tulisan aku yang aku ikutsertakan lomba ❤️




Sabtu, 01 Januari 2022

DRAMA MELAHIRKAN ANAK PERTAMA, HAMPIR DIRUJUK AKHIRNYA BISA NORMAL

 

Melahirkan anak pertama


Saat itu usia kandungan menurut hpht sudah 41 Minggu, ya lewat hpl tepat seminggu. Rasanya gelisah karena sudah lewat hpl. Padahal tanda-tanda melahirkan seperti sudah dekat, keputihan lebih banyak, kontraksi palsu, juga segala upaya sudah dilakukan untuk memancing kontraksi. Hingga pada Minggu 41 saya mendapati flek pink di CD saat ingin mandi. Tepatnya 6 Januari 2013, pukul 8 malam saya bersiap tidur, rasanya cukup lelah seharian ini. Berbaring sambil menunggu suami pulang kerja sift sore. Tapi tiba-tiba pukul 22 saya terbangun karena merasakan keram. Keram perut bawah seperti saat haid namun ini lebih ke mulas dan tentunya lebih sakit. Ini adalah pengalaman pertama saya melahirkan jadi belum tahu apakah ini yang disebut kontraksi asli?


Okehlah karena sudah mengantuk sekali saya bawa tidur, tapi ternyata sampai menganggu tidur. Kata orang-orang mulesnya itu seperti ingin BAB. Baiklah saya coba ke toilet untuk BAB atau ini kontraksi. Masih gelisah dan bingung harus berbuat apa. Suami masih tidur pulas. Balik lagi ke kasur memutuskan untuk tidur saja. Tapi sakitnya mulai teratur. Saya pandangi jam dinding. Dalam 15 menit kontraksi muncul 45 detik. Begitu seterusnya sampai tiap 5 menit muncul kontraksi. Masyallah karena baru merasakan sakit kontraksi saya tidak tahan dan tidak bisa tidur. Membangunkan suami dan memanggil mamah. Saya mulai panik. Qodarullah bidan di depan rumah jadi cukup berjalan kaki saja untuk periksa. Pas dicek ternyata masih pembukaan 2.


Ternyata baru pembukaan 2 saja sakitnya luar biasa. Masyallah nikmatnya pembukaan 2 sesakit ini? saya membayangkan masih ada 8 pembukaan lagi yang harus dilewati pasti jauh lebih menyakitkan. Karena masih pukul 2 subuh kami memutuskan kembali ke rumah. Di rumah saya sudah tidak mau dan tidak bisa bicara lagi, keringat terus bercucuran, bahkan untuk melangkah ke klinik bidan pun rasanya tidak kuat berdiri. 


Sudah pukul 7 pagi, saya kembali ke klinik. Dicek masih pembukaan 4. Darah mulai banyak mengucur, sepertinya sudah tidak memungkinkan untuk berdiri. Akhirnya saya memutuskan untuk berbaring. Rasa ingin mengejan semakin menjadi, tapi bidan bilang untuk menahannya karena belum waktunya pembukaan lengkap.


Kontraksi yang datang naik turun, sambil sarapan dan minum pocarisweet, masyallah nikmatnya ternyata kontraksi itu. Saya hanya bisa menahan rasa sakit dengan meremas tangan pada besi pinggir kasur. Mencoba mencari posisi nyaman, miring kanan/kiri tetap rasanya sangat sakit dan itu berlangsung lama sampai 12 jam lebih.


Hal yang paling amat saya sayangkan saat itu, adalah penanganan yang kurang optimal dari klinik. Ruangan dipenuhi bidan dan perawat magang yang ngobrol dan menjadikan saya bahan belajar mereka, anak balita pemilik klinik yang bolak balik melihat saya mengejan (tepat di depan kemaluan) membuat saya grogi dan tidak plong, bidan yang kurang handal dan kurang mengedukasi. Tidak membimbing dan beri pengarahan kepada saya, bagaimana mengatur nafas, bagaimana mengejan yang benar. 


"Ayo ayo, mengejan" sambil melihat ke arah pembukaan


"Mengejanya bukan seperti itu, disini dibawah seperti orang BAB bukan dileher"

"Ini selang infusan jangan lepas-lepas" loh Buu saking sakitnya saya pegang kanan kiri besi boro-boro mikirin infusan. Btw, aku gak tau itu infusan apa. Pernah nawarin infus induksi cuma aku tolak. Tapi kayanya dipakein juga. Berarti induksi gagal ya??

"Yah ini mah makin lemah detak jantung janinnya, kelamaan"

"Over aja ke RS di vacum"

Kalimat-kalimatnya banyak buat saya sebagai ibu baru ngedrop.

Usia saya saat itu masih 20 tahun, pengetahuan tentang melahirkan pun masih minim sekali. Bidan pemilik klinik sedang bertugas di puskesmas jadilah saya ditangani oleh yang menurut saya kurang kompeten (sekarang baru sadar)


Sampai akhirnya badan sudah lemas, rangsangan mengejan menjadi melemah, jantung janin mulai melemah, bayi macet dipelawangan.


Saat itu pembukaan sudah 9. Bidan yang menangani saya bidan praktek bukan yang mempunyai kliniknya sehingga penanganan menjadi alot dan lama, kurang cekatan. Bidan menyerah dan menyarankan untuk rujuk ke RS untuk divacum karena sudah darurat janin.


Disitu saya mulai menyerah untuk mengejan, sesakit apapun kontraksi saya, tidak sedikitpun mengeluh apalagi mengeluarkan air mata. Tapi pas dicek menggunakan dioper, detak jantung bayi terdengar melemah saya mulai menangis, mencoba mengejan sekuat tenaga tapi tetap tidak bisa mendorong bayi tanpa diiringi kontraksi yang ikut melemah. Membayangkan untuk ke RS butuh waktu setengah sampai satu jam. Apakah anakku masih bisa bertahan?


Keadaan mulai panik, suami mulai mencari info kendaraan untuk memindahkan ku ke RS. Mamah akhirnya dengan keras kepala meminta langsung Bu haji sang pemilik klinik yang sedang tugas dipuskesmas untuk datang langsung menanganiku (yang menanganiku sebelumnya bidan praktek yg bekerja & magang)


Tidak butuh waktu lama Bu haji datang. Aku sudah pasrah akan dipindahkan ke RS. Tapi beliau bilang ke para pegawainya dengan nada marah sekali, bahwa saya tidak perlu di rujuk ke RS. Dan menyalahkan kinerja pegawainya yang lelet. Tuh kan bener firasatku.


Hanya dengan bantuan instruksi beliau, membantu membenarkan selang infusan yang kurang tepat, membantu memposisikan cara mengejan yang benar seperti melingkarkan kedua tangan ke kedua lutut. Tidak banyak komentar yang buat drop tapi inti.


"Yok, tariiikk nafas panjang, mengejan!" Ucapnya tegas.


Saya mengejan panjang sekuat tenaga. Beliau membatu mendorong perutku dengan sigapnya, qodarullah tidak sampai 1 menit bayiku berhasil dikeluarkan ya dengan sangat mudah. Alhamdulillah...


Haruku menangis bahagia, meskipun sedikit terdengar suara tangisan bayi itu pun harus dipancing dulu oleh Bu bidan. Rasanya menakjubkan melihat bayi yang telah ku kandung 10 bulan lebih lamanya. Pakaian lucu menyelimutinya. Darah masih berlumuran di kepalanya yang terlihat lonjong karena lama di pelawangan/serviks.


Proses menjahitpun tiba..

Sepertinya tidak dibius, lagi-lagi ditangani bidan yang tidak kompeten itu. Masyallah rasa sakitnya masih terasa bahkan sampai masa nifas berakhir. Sekitar 2 bulan lebih. Disusul wasir karena hampir 2 Minggu tidak BAB trauma dengan luka jahitan.


Sambil rebahan, untuk bergerak sedikit pun masih sangat sakit terasa bekas jahitan jadi agak kesulitan memangku si bayi untuk disusui. Saat itu saya merasa lebih sakit proses jahitan daripada kontraksinya. 


Hari itu menjadi moment bersejarah pengalaman pertama saya melahirkan sebagai ibu.


Tapi dari situ saya menjadi pemilih dalam memilih klinik bersalin terutama tenaga medisnya, seperti pengalaman dan keahlian bidanya dan review orang-orang tentang klinik bersalin. Juga lebih mantang lagi mempersiapkan ilmu melahirkan untuk anak selanjutnya.


Ya, begitulah Drama Melahirkan Anak Pertama. Drama yaa hehe... 

Terimakasih sudah baca sampai akhir, jangan sampai setelah baca ini jadi takut melahirkan ya.



Baca juga,

Daftar Perlengkapan Bayi Baru Lahir, Apa saja yang harus dibeli?

Isi Tas Bersalin, Apa saja yang harus dibawa?

Pengalaman Melahirkan Anak Kedua, Melahirkan 42 Minggu +5 hari

Tips Agar Mengurangi Rasa Sakit Saat Kontraksi Melahirkan

Harian Ibu Nifas


Senin, 27 Desember 2021

BOOSTER ASI ALAMI TANPA DRAMA

 


Awal-awal menyusui selalu menjadi moment yang gak mudah buat saya, atau mungkin untuk semua ibu ya? Belum keringnya luka jahitan pasca melahirkan, seorang ibu harus bisa menyusui bayinya. Tantangan dimulai dari posisi pelekatan yang harus tepat, yang kerap kali bikin puting lecet karena posisi menyusui kurang tepat, ditambah saluran kelenjar susu belum terbuka semua sehingga membuat macet aliran susu, mulai dari bengkak sampai mastitis. Disusul meriang panas dingin (gitu gak sih? Apa cuma aku aja selalu ngalamin sakit panas dingin setiap awal2 bulan menyusui) lanjut pegalnya badan karena seharian menyusui, belum mengeluarkan ASIP agar payudara tidak bengkak (saat itu masih pakai manual yang butuh effort banget, waktu istirahat tidur dipakai buat merah ASIP) Tapi ternyata kebutuhan ASI untuk bayi baru lahir itu banyak dan terus menerus, sehingga bikin mamah bener-bener butuh tidur. 

Menyusui bayi baru lahir bisa sampai 4 jam non stop, eh tidurnya cuma 1-2 jam lanjut menyusui (ini waktu aku g pakai ASIP bener-bener langsung menyusui dari payudara atau dbf) 

Sampai merasa kok kayanya ASI ku kurang ya? Padahal udah disusui terus? Kenapa dedek bayi cepat sekali bangunnya, tidur ya? Apa iya ASI ku kurang banyak. Dan terjadilah jalan pintas untuk menggunakan susu formula seling ASI sebagai bala bantuan 🤭 eeh eeh eeh jangan ditiru yaa Bun, tanpa rekomendasi dokter.


Butuh booster ASI yang praktis tanpa masak-masak, biar ASI mengalir deras dan gak usah pakai bantuan sufor tapi mikir lagi harganya lumayan mahal, atau gak sempat keluar untuk beli suplemen booster ASI. Tapi sebenarnya booster ASI tidak melulu lewat suplemen loh, ada banyak cara alami untuk memperlancar ASI insyaallah tanpa drama apalagi sampai bikin depresi ibu nifas. Bissmillah, yuk mari kita coba‼️


Pikiran Bahagia

Pikiran harus bahagia atau minimal enteng. Tidak banyak memikirkan hal yang bikin sedih, drop, dibawa santai aja pokoknya jangan mikirin yang macem2, pikirin sesuatu yang bikin senyum2 sendiri aja  

Dulu saya dari hamil sampai melahirkan itu LDM sama suami. Mengurus bayi baru lahir lebih sering ditangani sendiri sakitpun ditangani sendirian, hiks. Bisa bayangin kan rempongnya seperti apa. Alhamdulillah ala kulihal gak sampai baby blues. Karena itu sudah menanamkan mindset ibu menyusui harus bahagia.


Makanan bergizi

Seperti sudah panggilan alam, sehabis melahirkan dan kemudian menjadi ibu menyusui, nafsu makan naik berkali lipat. Manfaatkan kesempatan ini untuk mengisi ulang kalori yang terbagi dengan si dedek. Untuk sementara tidak usah mikirin takut gemuk atau malah jadi pemilih dalam hal makanan, makan ini takut ini itu. Pamali makan yang digoreng, ikan, takut amis atau ini itu. Tidak ada larangan makanan kecuali makanan setengah matang, mentah, alkohol dan berlebihan. Bunda juga tak perlu takut gemuk karena ibu menyusui banyak mengeluarkan kalori dan transfer gizi tentunya ke baby. Selama aku jadi bunsui Alhamdulillah selalu merasa berat badan ideal tapi lebih ke montok, wkwk.


Manjakan Diri Dengan Cemilan Kesukaan

Karena saat menyusui nafsu makan menjadi bertambah biasanya diiringi dengan ngidam berbagai jenis makanan manis. Bunsui banyak mengeluarkan effort seharian penuh, maka akan lebih baik jika memberi apresiasi diri yang sudah berjuang mengasihi, begadang, dan tetap urus keluarga dengan sekotak cemilan manis. Brownies, martabak manis, bolu pisang, cake, kue balok, roti kukus, ah ini mah selera saya. 😆 Betapa receh bahagianya emak-emak. Semoga pak suami mengerti, yaa setiap pulang kerja bawa cemilan kesukaan istri wkwkw .. 


Me Time Berkualitas

Manfaatkan waktu luang, entah saat bayi tidur, kakak sekolah, untuk melakukan hal yang bunda sukai meskipun itu hal yang sederhana. Lupakan dulu rumah berantakan, cucian kotor, atau sesekali tidak masak, beli lauk di luar, panggil terapis pijat refleksi, atau paling mentok inkut tidur sama bayi. Ingat jangan ngelamun mikirin banyak hal yang bikin rungsing yaa 🤭 


Pijat Oksitosin

Kalo lagi ada pak suami di rumah, mintalah bantuan pak suami untuk melakukan pijat Oksitosin ya Bun. Pijat oksitosin ini merangsang produksi ASI loh, selain itu bikin tubuh relax dan bahagia karena merasa disayang suami. Bunda bisa lihat cara pijat oksitosin di channel YouTube dokter.


Pummping2 dan susui bayi sesering mungkin


Mindset keberhasilan menyusui sangat berpengaruh loh Bun. Makanya ada kalimat mengatakan bahwa menyusui harus dengan keras kepala. Untuk ibu baru biasanya akan lebih banyak mengalami tantangan awal menyusui. Seperti merasa ASI seret, bengkak sampai mastitis, rasanya mau menyerah saja. Dulu itu yang pernah saya alami. Bahkan saat badan tidak fit seperti demam, menggigil, tetap menyusui, karena kalo tidak dikeluarkan akan menjadi sumbatan yang nantinya mengeras di payudara ini akan lebih parah lagi karena kalo sudah bengkak menyusuipun sakit dan bisa stuck berhenti sampai disitu. Makanya rajin Pummping atau mengeluarkan asi dari payudara sampai terasa kosong sangat harus. Bunda bisa melakukanya secara manual menggunakan jari tangan, alat Pummping manual atau otomatis, sekiranya disesuaikan saja ya mana yang lebih nyaman dan membantu. Jadi, asi tuh bukan sedikit. Semakin sering dikeluarkan produksinya akan semakin meningkat. 


Baca juga, Cara Menyimpan ASIP yang Benar


Yuk Pijat ‼️

Tidak hanya dipompa, payudara pun harus sering dipijat, dikompres air hangat, guna memperlancar peredaran darah dan membuka kelenjar susu yang masih tersumbat. Cara ini Alhamdulillah selalu efektif, apalagi jika bagian puting diolesi minyak atau ASI sehingga menghilangkan sumbatan-sumbatan bekas asi yang mengering, atau luka. Rajin pijat payudara, kompres air hangat menggunakan handuk kecil, terutama jika merasa ada aliran yang masih tersumbat dan terasa bengkak.


Banyak Minum

Semakin banyak cairan yang kita minum, insyaallah menjadi stok isi ulang ASI. Jangan hanya fokus pada makanan saja, bunsuipun harus banyak minum air putih. Sama seperti berolahraga menyusui banyak mengeluarkan kalori dalam tubuh. Bila perlu tambahan multivitamin booster ASI.


Cukup Istirahat / Cukup Tidur

Ini yang menurutku poin paling penting, banyak istirahat. Duh, enak ya kalo tugasnya cuma tidur, menyusui, tidur, menyusui, sisanya bapaknya yang turun tangan, wkwkw.. 

Seperti yang kita tau setelah hamil kemudian melahirkan perjuangan tidak berhenti sampai disitu, bunda akan lebih sering terjaga di malam hari untuk menyusui bayi baru lahir yang juga sedang belajar menyesuaikan jam tidurnya. Ketika pagi hari tiba lanjut memandikan dan menyusui bayi lagi, disini bunda jangan lupa sarapan ya dan jangan langsung bekerja beberes rumah. Banyak istirahat sekiranya semalaman sudah begadang dan juga pegal-pegal karena masih menyesuaikan pelekatan mengasihi. I'm feel it, pokonya mah kudu banyak istirahat, banyak tidur, banyak ngemil, banyak makan, tapi jangan banyak pikiran-pikiran mumet . 🥰

 Untuk poin yang terakhir ini amat sangat dibutuhkanya support dan kerjasamanya dengan paksuami atau keluarga besar, untuk gantian handle si dedek bayi, dan cucian numpuk 🤭😆




Mengawali Bisnis Online Bersama JNE

Sudah setahun lebih saya mulai ngoyo jualan online. Entah apa sebabnya, mungkin karena setiap tahunnya bertambah anak yang membuat saya sema...